Digelontor Rp 50 Juta, Warga Lereng Merapi Terima Bantuan Kambing
Ekonomi

Digelontor Rp 50 Juta, Warga Lereng Merapi Terima Bantuan Kambing

Klaten,(klaten.sorot.co)--Masyarakat Dukuh Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang menerima bantuan berupa 24 ekor kambing dan puluhan benih sayuran. Lewat bantuan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengalokasikan anggaran senila Rp 50 juta dari APBD 2019.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan bantuan kepada masyarakat lereng Gunung Merapi itu adalah program kawasan rumah pangan lestari. Dipilihnya Girpasang sebagai penerima bantuan lantaran disitu termasuk wilayah terisolir.

Kita tahu di Girpasang sangat terisolir, untuk menuju ke perkampungan itu harus melewati tebing jurang. Satu- satunya akses masuk ya hanya lewat situ (tebing), maka kita beri bantuan,” ujarnya, Selasa (13/08/2019).

Selain bantuan kambing sebanyak 24 ekor, Pemkab Klaten juga menyerahkan bibit tanaman sayuran. Pasalnya, selama ini Dukuh Girpasang yang hanya dihuni 12 Kepala Keluarga (KK) dengan sembilan bangunan rumah itu mayoritas sebagai peternak dan bercocok tanam. 

Sehingga, menurut Widiyanti, bantuan kambing dan bibit sayuran adalah hal yang tepat. Nantinya hasil panen sayuran bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, sedangkan  bantuan kambing dikelola dengan sistem kandang komunal. Semua hasilnya dibagi masing- masing warga.

Kenapa kita pilih kambing? Karena kambing lebih memiliki daya tahan yang lebih baik. Jika diberi bantuan sapi nanti akan sulit, akses masuk ternaknya sangat beresiko. Kemarin kita kirim kambing itu saja dikirim lewat jembatan gantung, pakai tali,” imbuhnya.

Terkait anggaran, pihaknya mengaka program kawasan rumah pangan lestari itu didanai dari APBD 2019 senilai Rp 50 juta. Diharapakan melalui program itu tingkat kesejahteraan masyarakat pinggiran bisa lebih baik, mereka bisa mandiri lewat bantuan yang diberikan.

Kita ingin hajat hidup mereka bisa tercukupi. Jadi dengan bervariasinya usaha ini diharapkan kebutuhan mereka meningkat, bisa mandiri mengelola ternak dan tanaman,” pungkasnya.