Terowongan Cokro Peninggalan Belanda Belum Bisa Dibuka Umum
Peristiwa

Terowongan Cokro Peninggalan Belanda Belum Bisa Dibuka Umum

Tulung, (klaten.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Klaten meminta agar terowongan peninggalan Belanda yang ada di Dukuh Cokro Kembang, Desa Daleman, Kecamatan Tulung tidak dibuka untuk umum terlebih dahulu. Hal itu disampaikan demi keamanan pengunjung.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten, Sri Nugroho mengatakan, terowongan itu masih dalam kajian agar benar - benar layak dan aman bagi pengunjung. Selama kajian dilakukan, pihaknya berharap belum dibuka untuk umum.

"Pengunjung ini jangan sampai masuk dulu, karena kami juga harus koordinasi dengan pihak terkait. Ini masih tahap awal, kami ingin warga ikut menjaga dan menyampaikan kepada pengunjung bahwa ini belum layak untuk masuk," jelasnya, Sabtu (08/02/2020).

Pihaknya mengaku tidak bisa memastikan kapan kajian itu selesai, sebab butuh waktu terutama mengecek konstruksinya. Nanti hasil kajian juga masih harus dikoordinasikan lagi mulai dari warga, pemerintah desa, Muspika dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. 

Penemuan terowongan ini digadang- gadang bisa menjadi potensi baru Kabupaten Klaten. Pihaknya juga sangat mengapresiasi atas tingginya antusias warga yang menyambut keberadaan terowongan sebagai obyek wisata baru. Bahkan mereka rela gotong royong untuk menggalinya.

"Kami sangat mengapresiasi semangat warga. Karena apapun itu kedepan kita juga harus punya inovasi. Dan Alhamdulilah ada inovasi (menggali) terowongan itu, ini sangat luar biasa potensinya," imbuh dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, terowongan sepanjang kurang lebih 100 meter itu diduga menyimpan sejarah penting. Terowongan peninggalan Belanda itu dimungkinkan ada kaitannya dengan Pabrik Gula (PG) Tjokro Toeloeng yang pernah jaya di eras kolonial.