Satu Orang Tewas, Truk Vs Motor di Simpang Empat Sembung
Peristiwa

Satu Orang Tewas, Truk Vs Motor di Simpang Empat Sembung

Klaten, (klaten.sorot.co)--Kecelakaan lalulintas yang melibatkan truk dan sepeda motor terjadi di ruas Jalan Wedi – Bayat, tepatnya di simpang empat Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Sabtu (08/02) malam. Akibat kejadian itu, pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu bermula pukul 21.00 WIB saat truk AD 1364 VD yang dikemudikan Jumadi (35) warga Desa Belik Urip, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri berjalan dari arah Bayat menuju Wedi. Truk tersebut diduga berjalan dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya disimpang empat Sembung, pada saat yang sama dari arah Terminal Ir. Soekarno Klaten berjalan sepeda motor PCX AD 6615 ASC yang dikendarai, Agus (47) warga Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Sepeda motor berbelok ke kanan bermaksud menuju arah Wedi.

"Nah saat truk melintas, tiba- tiba dari utara ada motor dan hendak berbelok ke kanan. Karena diduga kedua kendaraan itu melaju kencang akhirnya benturan," ujar Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Iptu Panut Haryono, Minggu (09/02/2020).

Sepeda motor sempat membentur pintu pada sisi kemudi truk. Akibatnya, pengendara sepeda motor terpelanting dengan mengalami cidera bagian kepala. Kondisi sepeda motor mengalami ringsek, sementara pintu kemudi truk penyok. Pengendara motor lantas dilarikan ke rumah sakit. 

"Korban sempat luka parah di kepala. Lalu dibawa ke rumah sakit. Namun kita dapat informasi tadi sekitar pukul 03.00 WIB, korban meninggal dunia," imbuhnya.

Atas kejadian itu polisi kini sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk sopir truk. Kedua barang bukti berupa sepeda motor dan truk sudah diamankan ke Unit Laka Satlantas Polres Klaten. Disisi lain, pihaknya meminta kepada pengguna jalan agar selalu hati- hati saat berkendara.

"Sudah kita mintai keterangan awal. Kita gali lagi informasinya untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dari kejadian ini kita meminta agar semua hati- hati, terutama saat malam hari. Harus utamakan keselamatan, bukan kecepatan," pungkasnya.