Puluhan Aset Pasar Tradisional Mulai Diserahkan ke Desa
Ekonomi

Puluhan Aset Pasar Tradisional Mulai Diserahkan ke Desa

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 40 aset pasar tradisional yang sebelumnya dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kini telah diserahkan ke masing- masing Pemerintah Desa (Pemdes). Penyerahan aset tersebut dilakukan per 1 Januari 2020 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop dan UKM) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho mengatakan penyerahan aset pasar ke desa merupakan tindak lanjut dari Undang-undang (UU) No. 6/ 2014 tentang Desa. Dijelaskan pasar tradisional dikelola oleh desa.

Ini sudah dikelola oleh pemdes sebanyak 40 pasar sejak awal tahun kemarin. Tapi kami masih melakukan pendampingan selama tiga bulan kedepan hingga Maret,” ujarnya, Senin (10/02/2020).

Lebih lanjut disampaikan, ada beberapa hal yang harus dilakukan desa usai penyerahan aset pasar tradisional di wilayahnya. Pemdes bertanggungjawab sepenuhnya dalam mengelola desa, mulai dari retribusi, perbaikan maupun pembangunan, hingga pengembangan pasar. 

Terkait pendamping, lanjut Bambang, sangat diperlukan agar nantinya pasar yang dikelola semakin berkembang, bukan justru hilang. Sebab dengan adanya pasar tradisional itu nantinya pemdes bisa mendongkrak pendapatan asli desa (PADes) setiap tahunnya.

Untuk penarikan retribusi, operasional, kebersihan dan keamanan harus kita dampingi dulu. Karena nanti desa akan benar- benar mandiri dalam mengelola pasar,” imbuhnya.

Meski sudah diserahkan ke desa, namun saat ini pemkab masih menyelesaikan proses administrasi. Akibat diserahkannya pengelolaan pasar tradisional ke desa, pemkab berpotensi kehilangan pendapatan kurang lebih Rp 700 juta di sektor pengelolaan pasar.