Rawan Jebol, Tanggul Sungai Gamping Sepanjang 3,4 Kilometer Ditanami Vetiver
Peristiwa

Rawan Jebol, Tanggul Sungai Gamping Sepanjang 3,4 Kilometer Ditanami Vetiver

Cawas, (klaten.sorot.co)--Jebolnya tanggul non permanen Sungai Gamping di Kecamatan Cawas beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan tersendiri. Tanggul yang yang kerap jebol saat memasuki musim hujan itu akhirnya diperkuat dengan tanaman vetiver atau rumput akar wangi.

Camat Cawas, Moh. Prihadi mengatakan penanaman vetiver dilakukan secara gotong royong melibatkan TNI, Polri, pemerintah, relawan, pelajar, petani dan masyarakat setempat. Sedikitnya ada 1 kwintal vetiver yang ditanam di sepanjang tanggul Sungai Gamping.

"Tanaman vetiver ini sangat cocok untuk ditanam di tanggul Sungai Gamping. Karena akarnya bisa memperkuat tanggul, bahkan bisa menjalar ditanah dengan kedalaman hampir 5 meter," ujarnya, Selasa (11/02/2020) pagi.

Menurut Prihadi, penanaman vetiver kali ini merupakan salah satu langkah guna mencegah jebolnya tanggul. Sebab, tanggul sungai yang bersebelahan dengan lahan pertanian itu kerap jebol lantaran tak kuat menahan volume air ketika meluap, terutama saat musim hujan. 

Selain tak kuat menahan derasnya air saat meluap, jebolnya tanggul itu juga dikarenakan banyaknya lubang yang disebabkan oleh tikus. Sehingga, lanjut Prihadi, lubang tikus itu membuat air dari sungai masuk ke sela- sela tanggul yang mengakibatkan kekuatan tanggul labil.

"Kenapa tanggul sungai mudah jebol? Karena sering digerogoti tikus untuk dijadikan sarang. Sehingga air dari sungai masuk lewat lubang itu dan merembes, menjadikan tanggul labil," imbuhnya.

Diharapkan, tanaman vetiver yang ditanam di tanggul sepanjang kurang lebih 3,4 kilometer itu bisa mengurangi kerusakan tanggul. Pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Desa di daerah rawan bencana banjir agar bisa mengganggarkan lewat dana desa untuk mitigasi bencana.

Sebelumnya, tanggul Sungai Gamping jebol pada beberapa waktu lalu. Akibatnya ada sekitar 100 hektar tanaman padi di Desa Burikan dan Karangasem terendam dengan usia 40 hari. Bahkan dari kerugian itu, 1-2 hektar lahan pertanian mengalami kerusakan cukup parah.