Alasan Ibu Buang Bayi di Saluran Irigasi Daleman, Takut Dituduh Selingkuh
Hukum & Kriminal

Alasan Ibu Buang Bayi di Saluran Irigasi Daleman, Takut Dituduh Selingkuh

Klaten,(klaten.sorot.co)--Alasan pelaku pembuangan bayi di saluran irigasi Dukuh Bendo, Desa Daleman, Kecamatan Tulung, akhirnya terungkap. Perempuan berinisial DE (28) itu beralasan tegas membuang bayinya yang baru lahir karena takut dituduh selingkuh oleh suaminya.

Hal itu disampaikan DE dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (13/02/2020). Ia mengaku nekat membuang bayinya karena takut suaminya tidak mengakui anak yang ia kandung. Sebab selama ini suaminya berada di luar kota, dan biasanya pulang hanya satu bulan sekali.

Suami kan jarang pulang, takutnya nanti tidak mengakui kehamilan itu. Nanti takutnya malah dituduh yang aneh- aneh (selingkuh),” urai DE saat ditanya alasan tega membunuh anaknya.

DE yang merupakan warga Desa Daleman, Kecamatan Tulung itu mengaku suaminya tidak mengetahui kalau DE sedang hamil. Namun ia memastikan bayi itu adalah hasil hubungan dengan suaminya. Bayi berjenis kelamin laki- laki itu adalah anak ketiga bersama suaminya. 

Sekarang saya nyesel. Saat melakukan itu juga spontan saja, seperti tidak terasa, singkatnya.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas menjelaskan bayi itu dilahirkan DE di rumahnya seorang diri tanpa bantuan orang lain, Sabtu (08/02) pukul 02.00 WIB. Beberapa menit setelah lahir, DE menyekap mulut dan hidung bayinya dengan tangan selama 2 menit.

Memang diduga sempat ada upaya penyekapan. Setelah itu pelaku lemas karena habis melahirkan, jadi tidak tahu apakah bayinya masih hidup tidak,” kata dia.

Satu jam setelah itu, lanjut Andriansyah, DE beranjak dari istirahatnya dan kemudian membopong bayinya keluar rumah menuju saluran irigasi berjarak 500 meter dari rumahnya. Dengan tanpa berfikir panjang, bayi itu lantas dibuang begitu saja di saluran irigasi tanpa busana.

Dikatakan lebih lanjut, DE dijerat Pasal 76B UU RI No. 35/ 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23/ 2002 Jo Pasal 77B UU RI No. 35/ 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23/ 2002 Jo 76C UU RI No. 35/ 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23/ 2002 Jo Pasal 80 ayat 3 UU RI No. 35/ 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 Jo UURI No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No. 1/ 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No. 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ini kita masih menunggu hasil autopsi jenazah bayinya. Tapi ada kemungkinan penyebab meninggalnya ya disekap itu, sesuai dengan pengakuan pelaku juga. Tapi ya kita tunggu dulu,” pungkasnya.