Bobol Pabrik Sarung Tangan di Ceper, Komplotan Perampok Terciduk
Hukum & Kriminal

Bobol Pabrik Sarung Tangan di Ceper, Komplotan Perampok Terciduk

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten berhasil menangkap komplotan pelaku pembobol brankas pabrik sarung tangan PT JJ Gloves di Desa Mlese, Kecamatan Ceper. Saat ini ada lima pelaku yang berhasil digelandang polisi, ditambah satu orang lagi masih buron.

Kelima pelaku yang diamankan itu merupakan warga Tangerang yakni, Agus (33), Heri (37), Heri Susanto (40), Heru (44), dan Roni (34). Kelimanya berperan sebagai eksekutor pembobol brankas pabrik, sedangkan satu orang lagi yang masih buron berperan memetakan target.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas mengatakan aksi pembobolan itu terjadi, Senin (10/02) lalu. Pertama kali diketahui oleh petugas keamanan pukul 05.00 WIB. Saat itu kondisi pintu salah satu ruangan rusak, ketika dicek ternyata didalam ruangan sudah berantakan.

Ada sejumlah barang yang hilang, seperti laptop dan brangkas. Total kerugian sekitar Rp 50 juta. Setelah kejadian itu, pihak perusahaan langsung lapor ke polisi,” ujarnya, Kamis (13/02/2020).

Dari hasil olah tempat kejadian perjara (TKP), lanjut Andriansyah, identitas pelaku langsung dikantongi sesuai rekaman CCTV. Ditambah lagi, ternyata mereka juga adalah residivis dalam kasus yang sama. Bahkan mereka merupakan komplotan spesialis pembobol pabrik dan ruko. 

Polisi lantas memburu pelaku ke Tangerang. Kurang dari 2X24 jam, mereka berhasil ditangkap dan digelandang ke Mapolres Klaten, Rabu (12/02) malam. Dari tangan pelaku, ditemukan sejumlah barang bukti berupa peralatan yang diduga sebagai sarana aksi mereka.

Alhamdulillah dalam waktu 2X24 jam kita berhasil mengungkap kasus perampokan pabrik. Dalam hal ini kita mengamankan lima tersangka yang berdomisili di Tangerang,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Menurut Kasat, aksi mereka cukup profesional. Sebab mereka datang ke Klaten hanya untuk merampok, selepas itu balik lagi ke Tangerang.

Sementara itu salah satu pelaku, Heri mengaku sudah beraksi di Klaten sebanyak dua kali. Hal itu terpaksa ia lakukan dengan alasan mencukupi kebutuhan sehari- hari mengingat ia tidak memiliki pekerjaan tetap di Tangerang. Ia mengaku hanya berjualan nasi bungkus keliling.

Ya untuk kebutuhan, karena memang susah hidup saya. Hanya jualan nasi di pabrik, itu pun tak seberapa hasilnya. Maka terpaksa melakukan (merampok), rencana hasilnya kita jual lalu dibagi, urai dia.