Baru Bebas, Napi Asimilasi Malah Kirim Sabu ke Dalam Lapas Klaten
Hukum & Kriminal

Baru Bebas, Napi Asimilasi Malah Kirim Sabu ke Dalam Lapas Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--WN alias Emo (23), ternyata tidak kapok masuk bui. Pria asal Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah itu kembali ditangkap polisi meski baru saja bebas dari penjara karena dapat asimilasi akibat wabah Covid-19.

Parahnya, Emo ditangkap saat sedang mengirimkan paket sabu dan pil jenis Inex ke dalam Lapas Kelas II B Klaten. Paket sabu serta pil itu dikirim dan ditujukan kepada salah satu warga binaan di dalam Lapas pada, Rabu (13/05) lalu atau sepekan setelah Emo bebas.

Jadi ada salah satu tahanan di dalam lapas meminta kepada tersangka untuk dikirimkan sabu. Kemudian tersangka yang sudah bebas ini mengiyakannya, ujar Kasat Narkoba Polres Klaten, AKP Mulyanto dalam konferensi pers, Rabu (20/05/2020).

Lebih lanjut disampaikan, guna mengelabui petugas jaga di dalam Lapas, Emo nekat memasukkan paket sabu dan pil inex itu ke dalam leher kepala ayam yang sudah dimasak. Harapannya kiriman tersebut bisa lolos dari pengawasan petugas jaga Lapas Klaten. 

Namun ketika seorang petugas mengecek makanan itu, ia sempat curiga karena ada bekas sobekan yang tertutup isolasi pada bagian leher ayam. Saat dicek ternyata didalamnya ada potongan plastik klip berisi serbuk kristal warna putih yang terdiri sabu serta pil.

Dari situ petugas lapas langsung menghubungi Satuan Narkoba kemudian kita lakukan penangkapan. Dan ternyata tersangka yang mengirim paket sabu ini adalah napi asimilasi dengan kasus yang sama, imbuhnya.

Polisi mengamankan barang bukti sabu lebih dari 5 gram dan inex seberat 1,77 gram. Emo kini sudah diamankan dan disangkakan Pasal 114 ayat (2) Sub pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 144 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35/ 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Serta pidana denda maksimal Rp. 10.000.000.000 ditambah sepertiganya, pungkas dia.

Sementara itu Emo mengaku nekat melakukan hal itu karena merasa hutang budi kepada salah satu penghuni Lapas yang menyuruhnya mengirim sabu. Dikatakan, ia hanya mengambilkan sabu pesanan seorang penghuni Lapas itu, kemudian diserahkan kepadanya.

Saya bukan pengedar. Saya hanya diminta ambilkan sabu, lalu saya masukkan. Ya saya mau saja, karena saya merasa hutang budi kepada dia. Karena selama saya di Lapas saya sering dibantu sama dia, singkatnya.