Dentuman Keras, Begini Kronologi Ledakan Mesin Boiler di Karanganom
Peristiwa

Dentuman Keras, Begini Kronologi Ledakan Mesin Boiler di Karanganom

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Meledaknya mesin boiler yang menewaskan satu orang di bengkel mesin reka cipta Dukuh Dagen, Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom, Rabu (24/06/2020) siang, menghebohkan warga. Suara dentuman diikuti getaran akibat ledakan sempat terasa hingga radius 1,5 kilometer.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.45 WIB. Total ada sembilan orang yang saat itu bekerja, termasuk pemilik bengkel, Edi Susanto (35). Namun pada saat kejadian para pekerja sedang keluar bengkel karena jam istirahat. Hanya ada empat orang yang berada dekat dengan bengkel itu.

Ditengah jam istirahat, Edi menyalakan mesin boiler. Sedangkan tiga pekerja lain yang didekat bengkel sedang istirahat. Salah satu pekerja bengkel, Sihono (35) mengaku saat kejadian dirinya sedang tiduran didalam penampungan air berbahan pelat besi. Jarak tabung air dengan mesin boiler cukup dekat.

Itu jam istirahat. Saya tiduran didalam tong (tabung air hasil ciptaan bengkel). Nah, bosnya itu sempat lewat di depan tong mau ke tempat boiler, ujarnya, Rabu sore.

Tak lama kemudian, tiba- tiba Sihono dikagetkan suara dentuman yang sangat keras hingga nyaris membuatnya tak sadarkan diri. Suara ledakan yang disertai getaran itu sempat terasa hingga radius 1,5 kilometer. Setelah sadar sepenuhnya, Sihono lantas keluar dari tempat penampungan air. 

Kondisi sebagian bengkel yang berada di halaman rumah itu porak- poranda. Sihono kemudian mencari Edi karena tidak ada di sekitar bengkel. Sihono kemudian masuk ke dalam rumah dan mendapati Edi sudah tergeletak tidak sadarkan diri dengan kondisi luka parah pada bagian kepala.

Suaranya seperti bom dan. Bahkan serpihan mesin itu terpental jauh hingga lompat atap rumah. Pak bos (Edi) itu terpental terbawa pelat besi sampai ke dalam rumah. Lukanya sangat parah dan meninggal dunia, urai dia.

Salah satu pekerja lain yang berada di dekat bengkel, Widiyanto (30) mengungkapkan pada saat kejadian dirinya berjarak sekitar 4 meter dari mesin boiler. Dirinya berhasil selamat lantaran terhalang penampungan air berbahan pelat besi berukuran cukup besar. Saat terjadi ledakan, geteran sempat menghantam.

Kekuatan anginnya sangat besar. Sampai ledakan itu membuat beberapa atap terpental, jelasnya.

Mesin yang meledak adalah mesin boiler untuk produksi tahu. Diduga saat dinyalakan tekanan uap terlalu tinggi kemudian plat besinya tidak kuat, sehingga terjadi ledakan. Sementara itu Kapolsek Karanganom, AKP Tri Harni mengaku saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kita koordinasi dengan Tim Inavis Polres Klaten untuk olah TKP. Disisi lain ini juga sedang menunggu hasil visum dari jenazah korban, pungkasnya.