Dikira Covid-19, Pemakaman Jenazah di Jogonalan Sempat Ditolak
Peristiwa

Dikira Covid-19, Pemakaman Jenazah di Jogonalan Sempat Ditolak

Klaten,(klaten.sorot.co)--Proses pemakaman jenazah seorang pasien asal Kecamatan Jogonalan berinisial KWT (72) pada, Rabu (24/06) kemarin sempat ditolak sejumlah warga. Warga mengira jenazah laki- laki itu adalah pasien Covid-19, padahal pasien sakit ginjal.

Awalnya KWT dirawat di RSUP dr. Soeradji Titonegoro Klaten. KWT kemudian dinyatakan meninggal dunia pada, Selasa (23/06) petang. Rencananya jenazah KWT akan dimakamkan di tempat pemakaman umun desa sebelah karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya.

Proses pemakaman dilakukan oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai protokol kesehatan. Liang lahat sudah digali. Namun sejumlah warga yang mendengar itu lantas menolak karena beralasan jenazah KWT bukan warga setempat.

Setelah melalui mediasi yang panjang, berdasarkan hasil kesepakatan Muspika dan warga lainnya, akhirnya pemakaman jenazah KWT dipindah ke tempat pemakaman umum sesuai domisili KWT. Jenazah KWT lantas berhasil dimakamkan dengan baik pada Rabu dini hari.

Kita tidak tahu apa latar belakang (menolak). Karena ada yang berinisiatif tanya ke rumah sakit, ternyata itu bukan (pasien) Covid-19, ujar Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, Ronny Roekminto, Kamis (25/06/2020).

Meski sudah diselesaikan dengan mediasi, namun kasus penolakan pemakaman jenazah ini menjadi perhatian tersendiri bagi Pemkab. Bahkan Pemkab Klaten sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas siapa saja yang berusaha menolak proses pemakaman. 

Jadi kalau ada penolakan jenazah tanpa alasan yang jelas, kami sudah koordinasi dengan polres agar ditindak tegas. Karena sudah kita bahas itu sifatnya delik, jadi tanpa ada aduan pun itu sudah kena (hukum), jelasnya.

Terkait kasus di Jogonalan, Ronny mengaku sudah diselesaikan dengan mediasi dan tidak ditempuh jalur hukum. Namun pihaknya sudah meminta camat setempat untuk memberi peringatan. Dirinya berharap kasus penolakan pemakaman jenazah tidak terulang kembali.

Tapi kalau yang di Jogonalan ini sudah selesai dengan mediasi, mudah- mudahan tidak terjadi lagi, pungkasnya.