Awalnya Tempat Isolasi, Bantaran Kali Kecu Kini Jadi Pasar Rakyat
Ekonomi

Awalnya Tempat Isolasi, Bantaran Kali Kecu Kini Jadi Pasar Rakyat

Ceper,(klaten.sorot.co)--Bantaran Kali Kecu di Dukuh Ngaran, Desa Mlese, Kecamatan Ceper disulap jadi pasar rakyat dan tempat pemancingan. Hal itu tak lepas dari peran seorang warga setempat yang semula menjadikan bantaran sungai itu sebagai tempat isolasi mandiri selepas pulang dari perantauan.

Perantau itu adalah, Abdullah Almabrur (42). Ia awalnya merantau di Pekanbaru, Riau sebagai seorang tabib. Namun sekitar bulan April lalu, Almabrur memutuskan untuk pulang ke kampung halaman supaya bisa berkumpul dengan istri dan anaknya karena khawatir dengan perkembangan pandemi Covid-19.

Namun setibanya di kampung halaman, Almabrur tidak langsung pulang ke rumahnya. Ia memilih melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari terlebih dahulu dibantaran Kali Kecu menggunakan tenda. Untuk mengisi waktu ditengah isolasi, Almabrur memilih membersihkan sampah disekitaran bantaran sungai.

Sungai ini awalnya sangat kotor, banyak sampah menumpuk. Akhirnya dari pada saya hanya tiduran selama isolasi maka pilih bersih- bersih sampah. Lebih bermanfaat, karena sungai ini sebetulnya ada potensi,” ujar dia saat ditemui di bantaran Kali Kecu, Minggu (28/06/2020) siang.

Setelah 14 hari menjalani isolasi mandiri, Almabrur lantas sudah bisa berkumpul dengan keluarganya. Ia kemudian mengajak keluarganya untuk ikut membersihkan sampah meski sudah tidak tidur di bantaran sungai lagi. Dari situ satu per satu warga justru merespon baik dan mulai ikut gotong royong. 

Warga kemudian berinisiatif untuk berjualan dibantaran sungai. Lambat justru semakin ramai hingga akhirnya banyak warga yang berdatangan untuk sekedar nongkrong atau memancing ikan di sungai tersebut. Sampai saat ini sudah ada sekitar 10 warga yang berjualan setiap seminggu sekali pada hari minggu.

Saat ini hanya untuk warga setempat dulu. Jadi yang jualan warga sini dan yang berkunjung juga warga sini. Pasar Rakyat ini sudah berjalan sebulan lalu, digelar setiap hari Minggu, jelasnya.

Melihat potensi ini, akhirnya disepakati dibentuklah sebuah komunitas yakni Komunitas Pecinta Kali Kecu. Rencananya bantaran sungai ini akan dimanfaatkan sebagai tempat wisata dengan memanfaatkan alam yang ada. Untuk saat ini pengelolaan dilakukan secara gotong royong dan swadaya dari masyarakat setempat.

Harapannya ada bantuan dari pemerintah untuk menambah wahana dan memperbaiki akses masuk kesini. Karena dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung juga untuk menjaga lingkungan, kata dia.

Sementara itu salah satu warga setempat, Agil (23) mengaku keberadaan Pasar Rakyat ini bisa memberikan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat. Sebab, masyarakat yang semula hanya di rumah bisa berjualan di sekitar sungai. Padahal, menurut Agil, bantaran sungai ini awalnya sangat kumuh dipenuhi sampah.

Awalnya banyak sampah. Tapi setelah rutin ada gotong royong jadi semakin bersih dan ini malah jadi tempat nongkrong untuk warga sini, pungkasnya.