Satu Orang Positif Covid-19, Komunitas INPUT Beri Bantuan ke Warga Terdampak
Sosial

Satu Orang Positif Covid-19, Komunitas INPUT Beri Bantuan ke Warga Terdampak

Klaten,(klaten.sorot.co)--Komunitas Informasi Seputar Tulung (INPUT) memberi bantuan kepada warga Dukuh Sempolbimo, Desa Kiringan, Kecamatan Tulung yang terisolasi setelah salah satu warga setempat positif Covid-19. Kedatangan mereka juga untuk memastikan langsung situasinya.

Bakti sosial dilaksanakan pada, Sabtu (27/06). Kedatangan pengurus INPUT diterima oleh Kepala Desa Kiringan, Narwan Surana di dapur umum penanganan Covid-19 Dukuh Sempolbimo. Ketua INPUT, Agung Raharjo mengatakan bakti sosial ini sekaligus melihat situasi karantina di Sempolbimo.

Kita adakan bakti sosial di lokasi dapur umum Dukuh Sempolbimo. Karena di dukuh ini ada satu warga yang positif, dan sejumlah warga lainnya harus isolasi karena pernah kontak erat, ujarnya.

Menurut Agung, ada beberapa informasi tidak benar yang beredar di sosial media terkait kondisi warga Dukuh Sempolbimo yang menjalani isolasi pasca satu orang warga setempat positif Covid-19. Padahal informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dapat membuat masyarakat lain resah. 

Kami menyadari informasi yang beredar diluar belum tentu benar. Maka kami berusaha menindaklanjuti informasi itu dengan langkah-langkah kepedulian, jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kiringan, Narwan Surana mangaku tidak semua warga Sempolbimo diisolasi. Dukuh Sempolbimo terdiri tiga RT berjumlah 134 Kepala Keluarga (KK) dan 436 jiwa. Dari hasil tracing, warga yang isolasi hanya 44 KK dan 117 jiwa, serta yang kontak erat dengan pasien 13 orang.

Nah khusus 13 orang yang kontak erat itu sudah dilakukan test swab, sementara ini hasilnya tiga orang negatif, dan yang lainnya masih menunggu hasil test. Mungkin dua atau tiga hari lagi, urai dia.

Disisi lain, pihaknya meminta masyarakat tidak membesar-besarkan informasi yang akhirnya berdampak pada kepanikan orang lain. Pihaknya juga meminta agar perlakukan sosial terhadap warga Dukuh Sempolbimo tetap seperti biasa dan tidak ada upaya diskriminasi atau dijauhi.

Jadi memang warga Sempolbimo yang tidak kontak erat dan tidak isolasi masih bisa bepergian. Ya keluar tidak apa-apa, karena mereka bukan termasuk yang dikarantina. Namun kalau warga yang karantina tetap isolasi, jelas dia.