Disergap, Petugas Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu
Hukum & Kriminal

Disergap, Petugas Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten berhasil membongkar sindikat uang palsu (upal) pada 25 Juni lalu. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti upal yang siap diedarkan senilai hampir setengah miliar.

Ketiga tersangka itu adalah NR (45) warga Pandeglang, TH (52) warga Muarobungo, dan AH (50) warga Sukabumi. Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan kasus ini terungkap atas laporan masyarakat yang mengetahui adanya rencana transaksi upal di Kecamatan Jatinom.

Disitu polisi menangkap tersangka NR. Usai dikembangkan, kemudian polisi berhasil melacak lokasi pencetakan upal di Kabupaten Salatiga. Polisi langsung melalukan penggerebekan dan didapati dua tersangka lain yakni TH dan AH serta upal siap edar senilai Rp 456 juta.

Uang palsu itu terdiri uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Uangnya ada yang sudah dipotong- potong dan ada juga yang masih lembaran atau baru saja dicetak, ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Senin (29/06/2020).

Pihaknya menjelaskan para tersangka merupakan sindikat upal. Sebab selain upal, polisi juga mengamankan barang bukti alat cetak uang berupa laptop, printer, hair dryer, seperangkat alat sablon, mesin penghitung uang, cat semprot, kayu untuk menjemur uang, dan lainnya. 

Saat ini polisi masih mendalami lebih dalam kasus ini. Termasuk menyelidiki ada tidaknya tempat pencetakan uang di Klaten. Ketiga tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) Jo Pasal 26 ayat (2) UU RI No. 7/ 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Ini masih kita dalami terus. Dari mana dan apakah ada produksi upal di Klaten, pungkasnya.

Pengungkapan kasus uang palsu.

 

Disergap, Petugas Bongkar Sindikat Pembuat Uang Palsu

 

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten berhasil membongkar sindikat uang palsu (upal) pada 25 Juni lalu. Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka dengan barang bukti upal yang siap diedarkan senilai hampir setengah miliar.

Ketiga tersangka itu adalah NR (45) warga Pandeglang, TH (52) warga Muarobungo, dan AH (50) warga Sukabumi. Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan kasus ini terungkap atas laporan masyarakat yang mengetahui adanya rencana transaksi upal di Kecamatan Jatinom.

Disitu polisi menangkap tersangka NR. Usai dikembangkan, kemudian polisi berhasil melacak lokasi pencetakan upal di Kabupaten Salatiga. Polisi langsung melalukan penggerebekan dan didapati dua tersangka lain yakni TH dan AH serta upal siap edar senilai Rp 456 juta.

Uang palsu itu terdiri uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Uangnya ada yang sudah dipotong- potong dan ada juga yang masih lembaran atau baru saja dicetak, ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Klaten, Senin (29/06/2020).

Pihaknya menjelaskan para tersangka merupakan sindikat upal. Sebab selain upal, polisi juga mengamankan barang bukti alat cetak uang berupa laptop, printer, hair dryer, seperangkat alat sablon, mesin penghitung uang, cat semprot, kayu untuk menjemur uang, dan lainnya.

Saat ini polisi masih mendalami lebih dalam kasus ini. Termasuk menyelidiki ada tidaknya tempat pencetakan uang di Klaten. Ketiga tersangka dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) Jo Pasal 26 ayat (2) UU RI No. 7/ 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Ini masih kita dalami terus. Dari mana dan apakah ada produksi upal di Klaten, pungkasnya.