Kasus Covid-19 di Polanharjo dan Tulung Bermula Jenguk Orang Sakit
Peristiwa

Kasus Covid-19 di Polanharjo dan Tulung Bermula Jenguk Orang Sakit

Tulung,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 14 pasien dari 20 pasien positif Covid-19 yang diumumkan Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Rabu (15/07) kemarin, ternyata masih saling berkaitan. Belasan pasien baru itu merupakan warga Kecamatan Tulung dan Polanharjo.

Sebelumnya, Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten mengumumkan adanya penambahan 20 pasien baru positif Covid-19. Dari jumlah itu, 12 orang warga Tulung, 3 orang warga Polanharjo, dan 5 orang warga Klaten Utara. Dari 12 pasien asal Tulung itu, 1 orang meninggal dunia.

Yang meninggal dunia ini kasusnya beda. Tapi untuk yang 11 pasien lainnya masih ada kaitannya dengan 3 pasien dari Polanharjo. Tertular dari pasien yang terlebih dahulu sudah positif Covid-19, ujar Camat Tulung, Suyamto saat ditemui, Kamis (16/07/2020) siang.


Pihaknya mengaku meledaknya kasus positif Covid-19 itu bermula saat salah seorang warga yang bekerja di Kudus berinisial H (41) pulang ke Tulung pada 26 Juni lalu. Saat pulang ke rumah, H dijemput keluarganya. Informasi yang diperoleh, kepulangan H itu dikarenakan sakit dengan gejala demam.  

Begitu sampai di rumah langsung periksa ke PKU Delanggu. Sempat dirawat dan diambil sampel swab. Namun karena kondisinya sudah membaik, ia diperbolehkan pulang. Meskipun hasil swabnya belum turun, imbuhnya.

Sepulangnya di rumah, H sempat dijenguk sanak saudara dan tetangga. Sehari kemudian, hasil swab sudah turun dan menyatakan H ternyata positif Covid-19. Dari situ, Gugus Tugas langsung melakukan tracing. Hasilnya ada sekitar 56 warga yang diduga pernah kontak dengan pasien tersebut.

Mereka sebagian menjalani rapid test dan test swab. Hasilnya ada 14 orang yang positif, 11 orang warga Tulung yakni RL (39), WHA (8), NS (41), SAS (53), W (54), NS (41), PAA (65), SS (61), P (69), M (42), AAA (38), HP (2). Serta 3 pasien lainnya warga Polanharjo yakni AH (29), AAM (31), dan RAH (7).

Warga hasil tracing itu kemudian dites. Hasilnya ada yang positif, termasuk yang Polanharjo itu juga tertular setelah menjenguk pasien itu. Mereka rata- rata adalah keluarga, kerabat, dan tetangga, jelasnya.

Pasca meledaknya kasus positif Covid-19 ini, pihaknya mengaku upaya tracing akan terus dilakukan guna memutus persebaran virus corona. Disisi lain, pihaknya meminta kepada masyarakat yang merasa pernah kontak dengan pasien baru ini wajib melakukan isolasi mandiri.