Klaten Kemarau Basah, Jumlah Wilayah Kekeringan Berkurang
Sosial

Klaten Kemarau Basah, Jumlah Wilayah Kekeringan Berkurang

Klaten,(klaten.sorot.co)--Jumlah desa di Kabupaten Klaten yang mengalami kekeringan dampak musim kemarau kali ini terbilang berkurang dibanding tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena menurut BMKG musim kemarau tahun ini tidak berkepanjangan, melainkan tergolong kemarau basah.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Yuwono Haris. Sejak ditetapkan siaga darurat kemarau pada awal Juni lalu, sampai hari ini serapan droping air bersih baru sekitar 359 tangki tersebar di 12 desa.

Belasan desa itu antara lain Desa Kendalsari, Sidorejo, Tlogowatu, Tegalmulyo, dan Tangkil (Kecamatan Kemalang). Desa Bandungan dan Temuireng (Jatinom), Desa Kanoman (Karangnongko), Desa Gaden (Trucuk), kemudian Desa Jambakan, Wiro, dan Jarum (Bayat).

Kalau dari prakiraan BMKG, Agustus dan September ini puncaknya. Tapi Sepertinya kalau istilah dari BMKG, kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Jadi tidak terlalu terik seperti tahun sebelumnya, ujar dia, Jumat (11/09/2020).

Lebih lanjut disampaikan, dari alokasi 1.000 tangki air bersih yang disiapkan BPBD Klaten untuk musim kemarau tahun ini, Haris mengaku baru terserap 359 tangki atau 35,9 persen. Pihaknya memastikan alokasi 1.000 tangki yang disiapkan cukup sampai musim kemarau berakhir. 

Kalau sampai akhir musim kemarau tahun ini saya yakin sangat cukup. Karena ini baru terserap sedikit. Berbeda dengan tahun lalu di bulan yang sama sudah melakukan droping air banyak bahkan sampai menggandeng pihak swasta, jelasnya.

Pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat yang kesulitan mendapat pasokan air bersih akibat musim kemarau agar segera melapor ke BPBD. Namun disisi lain pihaknya juga berharap masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kebutuhan air meski alokasi air bersih masih lebih dari cukup.