Car Free Day Klaten Bakal Ditiadakan Sampai 2021
Peristiwa

Car Free Day Klaten Bakal Ditiadakan Sampai 2021

Klaten,(klaten.sorot.co)--Gelaran car free day (CFD) atau hari bebas kendaraan di sepanjang Jalan Pemuda Klaten dipastikan bakal masih ditiadakan hingga tahun 2021 mendatang. Sebelumnya, CFD mulai ditutup sejak Maret 2020 lalu atau memasuki situasi pandemi Covid-19.

Peniadaan CFD hingga 2021 itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Sudiyarsono. Sepanjang Maret - Desember 2020, CFD Klaten dipastikan tidak ada. Kemudian memasuki tahun selanjutnya juga masih belum terlaksana karena tak dianggarkan.

Untuk CFD tetap tidak ada. Karena memang dari programnya tidak dianggarkan (di APBD 2021) sampai awal tahun, ujarnya, Minggu (20/09/2020).

Lebih lanjut disampaikan, tidak dialokasikannya gelaran CFD di APBD karena tahun 2021 pemerintah masih fokus mengatasi pandemi Covid-19. Apabila situasi sudah membaik, lanjut Sudiyarsono, gelaran CFD dimungkinkan bisa dianggarkan di APBD perubahan. 

Selama ini anggaran CFD senilai Rp 300 juta yang dialokasikan dari APBD berfungsi untuk pengamanan. CFD rutin digelar setiap Minggu pukul 05.00 - 09.00 WIB dengan dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah. CFD digelar di Sepanjang Jalan Pemuda dan alun- alun Klaten.

Namun sejak awal pandemi Covid-19 atau sekitar pertengahan Maret 2020 lalu, Pemkab Klaten resmi mengumumkan peniadakan CFD sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan massa guna mencegah penularan Covid-19.

Kalau misal nanti kondisi membaik dan anggarannya bisa ada. Ya perubahan anggaran nanti dianggarkan lagi tidak apa- apa. Tapi ya nanti lihat dulu kondisinya (Covid-19) bagaimana, pungkas dia.

Sementara itu salah satu pedagang sate yang biasa mangkal di area CFD, Ervan (25) mengaku kesulitan sejak pandemi Covid-19. Pasalnya usaha sate yang sudah digeluti sejak 1,5 tahun terakhir ini tutup dan ia terpaksa banting setir sebagai pekerja kuli bangunan.

Biasanya kalau jualan di CFD omzetnya bisa Rp 500-700 ribu sekali mangkal, tapi selama tidak ada CFD ya susah. Mau jualan dimana bingung, makanya tutup dulu aja, kata pria asal Kecamatan Karanganom itu.