Tiga Puluh Lebih Karyawan dan Nakes di RSUP Soeradji Klaten Positif Covid-19
Peristiwa

Tiga Puluh Lebih Karyawan dan Nakes di RSUP Soeradji Klaten Positif Covid-19

Klaten,(klaten.sorot.co)--Puluhah karyawan dan tenaga medis di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka terdiri dari karyawan dan petugas kesehatan meliputi driver, petugas kebersihan, bagian farmasi, perawat, hingga bidan.

Mereka yang terpapar Covid-19 berjumlah kurang lebih 38 orang. Kabar itu disampaikan Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Sri Mulyani. Pihaknya mengaku lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir ini salah satunya berasal dari RSST.

Ada laporan setiap hari. Nah salah satu penambahan melonjak (Covid-19) akhir- akhir ini dari RSST. Ada dokter dan non dokter, ujar Mulyani, Senin (21/09/2020).


Pasca adanya kasus ini, Mulyani bersama Gugus Tugas segera melakukan tracing atau pelacakan terhadap siapa saja yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan. Nanti hasil dari tracing langsung dilakukan tes swab, kemudian diminta untuk isolasi mandiri terlebih dahulu. 

Langkah Satgas langsung tracing. Nanti kalau hasilnya sudah diperoleh ya diswab dan hasilnya seperti apa ya isolasi dulu, imbuhnya.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Klaten, Nurcholis Arif Budiman mengaku dari hasil koordinasi sementara saat ini ada 38 orang yang positif Covid-19. Terdiri dari satpam, petugas kebersihan, petugas farmasi, dokter, manajemen, petugas pemulasaran jenazah, dan perawat.

Infonya baru kemarin. Ini sudah isolasi, tapi baru hari ini kita konfirmasikan ke pihak rumah sakit. Dari bidang mana saja pastinya. Mereka masih rapat itu, jelasnya.

Pihaknya mengaku diduga kasus awal Covid-19 yang terjadi di RSST bermula dari tempat kerja, bukan dari rumah. Terkait tracing, kata Nurcholis, dari Dinas Kesehatan melacak di sisi masyarakat. Sedangkan untuk internal di rumah sakit, dilakukan sendiri oleh pihak rumah sakit.

Untuk pelayanan di rumah sakit tetap jalan, tapi tracing internal dari rumah sakit sendiri. Kalau kami dari sisi masyarakat atau tempat tinggalnya, pungkas dia.