Putus Rantai Covid-19 di RSST Klaten, Pedagang Ikut Dilacak
Peristiwa

Putus Rantai Covid-19 di RSST Klaten, Pedagang Ikut Dilacak

Klaten,(klaten.sorot.co)--Tracing atau pelacakan terhadap orang- orang yang pernah kontak dengan 38 karyawan dan tenaga kesehatan positif Covid-19 di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten terus berlanjut. Kali ini tracing menyasar pedagang dan penjaga kantin.

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Ronny Roekminto mengatakan tracing masih dilanjutkan terhadap lokasi yang pernah dikunjungi pasien positif Covid-19 tersebut. Salah satunya adalah pedagang di sekitar rumah sakit.

Tracing dilanjutkan. Untuk saat ini menyasar ke tempat yang mereka pernah ke sana, salah satunya adalah pedagang baik di luar lingkungan RSST atau dalam, ujarnya, Rabu (23/09/2020).


Lebih lanjut disampaikan, tracing dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Ronny meminta kepada petugas tracing agar menelusuri semuanya sampai tuntas. Tracing di lingkungan rumah sakit dilakukan internal, sedangkan yang diluar dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas. 

Karena ini sudah tersebar sampai ke beberapa kecamatan. Maka harus tuntas, kalau tidak ya bahaya ini, imbuhnya.

Sembari melakukan tracing, Ronny juga menyarankan kepada pihak rumah sakit agar menutup beberapa tempat kerja karyawan dan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. Penutupan ruangan atau tempat kerja paling tidak selama tiga hari untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

Penutupan itu tidak akan menggangu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, karena lokasinya terpisah. Sebab, dari 38 karyawan dan tenaga kesehatan di RSST yang terkonfirmasi Covid-19 itu rata- rata adalah non tenaga medis. Mereka didominasi satpam dan sopir.

Jadi bukan di pelayanan tapi di kantor- kantor yang dijadikan sebagai tempat mereka berkumpul. Sudah saya sarankan, agar ditutup dulu lalu dilakukan penyemprotan, pungkasnya.