10 Persen Lahan Terdampak Jalan Tol Ternyata Belum Bersertifikat
Peristiwa

10 Persen Lahan Terdampak Jalan Tol Ternyata Belum Bersertifikat

Klaten,(klaten.sorot.co)--Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten bakal menerjunkan 60 tim guna mengidentifikasi dan inventarisasi lahan terdampak jalan tol Yogya- Solo. Dari luas lahan yang terdampak sekitar 3.728.114 meter persegi, 10 persen diantaranya belum bersertifikat.

Berdasarkan data yang diperoleh, proyek strategis nasional itu bakal melintasi Klaten sepanjang 28 kilometer, tersebar di 50 desa dan 11 kecamatan. Sedangkan luas lahan yang bakal terdampak kurang lebih 4.071 bidang dengan luas sekitar 3.728.114 meter persegi.

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu pendelegasian dari Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah. Namun diwaktu sebelumnya sudah dilakukan survei di lokasi. Dari total bidang yang terdampak, 90 persen bersertifkat.

90 persen sudah memiliki sertifikat kepemilikan. Kondisi ini tentunya dapat meminimalisir terjadinya permasalahan saat identifikasi dan inventarisasi. Yang 10 persen belum bisa segera diselesaikan,” ujarnya, Kamis (24/09/2020).

Lebih lanjut dikatakan, tahapan identifikasi dan inventarisasi bidang tanah akan dilakukan setelah surat pendelegasian turun. Nantinya BPN akan dibantu Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Dispermasdes Klaten. 

Tahapan itu akan berlangsung selama 30 hari. Ada 60 petugas untuk terjun langsung ke lapangan. Ada beberapa unsur yang terlibat karena bidang tanah terdiri banyak unsur seperti lahan pertanian, bangunan hingga tanah kas desa,” jelasnya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Jogja- Solo, Wijayanto menargetkan pembayaran ganti kerugian dimulai Desember. Pihaknya memastikan penghitungan tak berpatokan pada nilai jual objek pajak (NJOP), tapi dihitung bidang per bidang.

Target saya Desember Klaten sudah mulai pembayaran. Tapi nanti untuk hitungan- hitungannya dari tim apprasial, kita hanya juru bayar saja, pungkasnya.