Tim Gabungan Preteli Baliho Bergambar Cabup dan Cawabup Klaten
Politik

Tim Gabungan Preteli Baliho Bergambar Cabup dan Cawabup Klaten

Klaten,(klaten.sorot.co)--Petugas gabungan dari Bawaslu bersama Satpol PP Klaten menertibkan alat peraga kampanye (APK) liar secara serentak pada, Jumat (25/09/2020). APK berupa baliho bergambar peserta Pilkada 2020 itu terpaksa dipreteli karena dianggap belum dilaporkan ke KPU Klaten.

Razia di wilayah perkotaan dilakukan oleh Bawaslu dan Satpol PP, mulai dari Patung Ki Narto Sabdo hingga menuju jalan di Simpang Empat Ketandan. Kemudian baliho di masing- masing kecamatan ditertibkan oleh Panwascam dan aparat lainnya. Semua baliho itu lantas disita di Bawaslu maupun Panwascam.

Ini merupakan tindak lanjut surat kami ke partai politik pengusung dan pak Sekda, terkait gambar yang mengandung citra diri yang sudah terpasang di jalan. Ini (razia) digelar serentak di 26 kecamatan, ujar Ketua Bawaslu Klaten, Arif Fatkhurrahman, Jumat siang.


Lebih lanjut disampaikan, situasi selama razia terpantau lancar. Petugas di lapangan dibekali surat yang ditujukan ke partai politik pengusung dan Sekda Klaten. Menurut Arif, APK yang dipreteli dianggap ilegal karena baik dari tim pemenangan maupun paslon belum melaporkan ke KPU Klaten. 

APK itu kan sudah disediakan. Jadi berdasarkan PKUP, disebutkan apabila tim pemenangan atau paslon ingin menambah atau mencetak APK sendiri maka harus melapor ke KPU, mulai dari ukuran dan jumlah. Maka selama itu belum dilaporkan yang kami anggap ilegal, imbuhnya.

Meski demikian, Arif mengaku tim pemenangan dan paslon dipersilahkan mengambil kembali APK yang sudah disita. Dengan syarat menunjukkan kalau yang bersangkutan adalah tim sukses atau tim pemenangan dari masing- masing paslon, serta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulang kembali.

Masih bisa diambil. Oleh sebab itu saat penertiban kami sebisa mungkin tidak merusak APK yang sudah terpasang, jelasnya.

Sementara itu salah satu personil Satpol PP Klaten, Rismiyadi mengungkapkan petugas gabungan yang terlibat sekitar 30 orang. Di wilayah perkotaan, petugas mengamankan puluhan baliho bergambar peserta pilkada. Dari tiga paslon yang akan bertarung, ketiganya memasang baliho di sejumlah lokasi.

Kami sifatnya hanya membantu. Tapi yang diamankan baliho- baliho besar itu, kalau jumlahnya kurang paham karena bertahap, dan baliho juga disita di Bawaslu. Yang jelas dari tiga paslon semua ada (baliho yang disita), pungkasnya