Antisipasi Bencana, Warga Lereng Merapi Mulai Arsipkan Surat Penting
Peristiwa

Antisipasi Bencana, Warga Lereng Merapi Mulai Arsipkan Surat Penting

Kemalang,(klaten.sorot.co)--Warga yang bermukim di lereng Gunung Merapi mulai mengarsipkan dokumen penting pada, Selasa (06/10/2020). Pengarsipan dokumen dengan sistem digitalisasi itu dilakukan guna mengamankan dokumen ketika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Pengarsipan dokumen penting itu dilakukan secara bertahap khusunya di kawasan rawan bencana (KRB) III oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Klaten, diawali dari Desa Balerante Kecamatan Kemalang. Kemudian akan dilanjut di Desa Sidorejo dan Tegalmulyo.

Kabid Kearsipan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Klaten, Rinto Padmono mengatakan dokumen yang diarsipkan ini meliputi ijazah sekolah, sertifikat tanah, surat kepemilikan kendaraan, dan semua dokumen administrasi kependudukan. Sistem yang digunakan digital.

Jadi semua dokumen penting yang fisik ini dibawa warga, nanti akan kita scan. Setelah itu yang fisik ya kita kembalikan lagi. Ini hanya duplikasi via digital, ujarnya, Selasa siang.

Selepas itu, lanjut Rinto, warga yang mengarsipkan dokumen akan menerima surat tanda bukti. Apabila sewaktu- waktu terjadi erupsi dan dokumen penting tidak sempat diselamatkan, warga bisa menunjukkan surat tanda bukti itu untuk meminta duplikasi dokumennya. 

Jadi nanti kan ada berita acaranya, nah kalau warga ingin minta doplikasi dokumennya ke kita cukup membawa surat itu dan keterangan dari kepala desa, imbuhnya.

Pihaknya mengaku pengarsipan dokumen ini dilakukan dengan jemput bola. Hal ini dilakukan berkaca dari kejadian erupsi Gunung Merapi 2010 silam, sebab kala itu akibat erupsi banyak dokumen penting milik warga tak bisa diselamatkan ketika mengungsi. 

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kemalang, Jainu mengaku dengan adanya program ini masyarakat sangat terbantu. Di tahun 2019, sudah ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) dari total 600 KK di Balerante yang melakukan pengarsipan. Untuk kali ini dilanjut lagi selama dua hari.

Kalau sampai hari ini ada sekitar 80 KK yang sudah mengarsipkan. Targetnya semua warga melakukan hal ini supaya lebih tenang, pungkasnya.