Kasus Bentrok di Pedan, Tiga Orang Jadi Korban Penganiayaan
Hukum & Kriminal

Kasus Bentrok di Pedan, Tiga Orang Jadi Korban Penganiayaan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten masih mendalami kasus bentrok antar kelompok di sekitar Pasar Pedan, Minggu (04/10) lalu. Dari laporan sementara yang masuk ke penyidik, sedikitnya ada tiga orang yang mengalami luka karena menjadi korban penganiayaan.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan dalam insiden itu jumlah korban yang melapor sementara sekitar lima orang. Dari jumlah itu, tiga orang menjadi korban penganiayaan dan dua orang korban pengrusakan. Korban kebanyakan warga biasa.

Yang lapor sementara baru lima korban. Untuk penganiayaan tiga, lalu yang dua korban pengrusakan seperti gerobak jualan. Kebanyakan korban ini warga biasa, yang (terlibat) permasalahan cuma satu, ujarnya, Selasa (06/10/2020).

Lebih lanjut disampaikan, saat ini korban penganiayaan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis dan dilakukan visum. Sedangkan korban pengrusakan masih didata lebih lanjut, sebab rata- rata yang rusak adalah gerobak milik warga yang digunakan untuk jualan. 

Sebelumnya, Satreskrim Polres Klaten telah mengamankan 92 orang yang diduga terlibat insiden itu. Dari hasil pemeriksaan, 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menyebut lima dari 17 tersangka itu anak dibawah umur. Mereka memiliki peran beda- beda.

Bentrok itu bermula dari tersangka A (30) warga Pedan, dari kelompok penyerang memiliki persoalan pribadi dengan seorang warga Desa Keden, Pedan berinisial S (30). A dan S sebelumnya sudah saling kenal. S memiliki hutang kepada tersangka A senilai Rp 100 ribu.

Dugaan awal ini permasalahan pribadi, terkait penagihan hutang. Kalau tidak salah hanya sekitar Rp 100 ribu, imbuhnya.

Pada Minggu pukul 18.30 WIB A bersama ketiga temannya mendatangi kediaman S. Tak lama setelah itu, A bersama tiga temannya pergi. Namun pukul 19.30 WIB A justru datang lagi dengan membawa teman sekelompoknya lebih banyak. Berjumlah sekitar seratusan orang.

Lantaran jumlah masa yang terlalu banyak, akhirnya permasalahan itu melebar hingga ke jalan Ronggowarsito. Warga sekitar yang tak tahu apa- apa turut menjadi korban. Hingga akhirnya datang kelompok lain. Aksi bentrok langsung bubar setelah polisi datang ke lokasi.

Saat ini masih kita kembangkan lagi. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. Namun yang jelas untuk tersangka yang ada ini kita proses. Yang dewas ditahan, sedangkan anak- anak diproses sesuai aturan, pungkasnya.