Sejak Awal Pandemi, Petugas Telah Bagikan 6.000 Masker Gratis
Peristiwa

Sejak Awal Pandemi, Petugas Telah Bagikan 6.000 Masker Gratis

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satpol PP Klaten sampai saat ini masih rutin menggelar razia dengan sasaran warga yang tidak memakai masker. Namun jauh sebelum razia tersebut diberlakukan, petugas terlebih dahulu membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Razia masker di Klaten mulai berlaku awal Juli lalu. Saat itu warga yang tidak memakai masker ditahan e-KTP, namun e-KTP diberikan kembali saat pelanggar sudah membawa masker. Lantaran sanksi itu kurang efektif, Pemkab lantas menerapkan sanksi baru yang lebih ketat.

Sanksi baru itu tertuang dalam Perbup Klaten 40/2020. Dalam Perbup itu tertera, siapa pun yang tidak memakai masker saat berada di luar rumah akan dikenai sanksi penahanan e-KTP selama 10 hari dan sanksi sosial. Penerapan sanksi tersebut mulai berlaku Agustus lalu.

Sejak awal razia kita lakukan. Total sudah ada 6.364 pelanggar yang kedapatan tidak memakai masker, ujar Plt Kepala Satpol PP Klaten, Rabiman, Kamis (15/10/2020).


Rabiman mengaku sampai saat ini razia dan sanksi itu terus berlaku. Sebab pihaknya mengakui penerapan sanksi itu cukup efektif mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan terutama kebiasaan dalam memakai masker ketika beraktifitas di luar rumah. 

Pihaknya juga mengakui kerap mendapat protes dari masyarakat terkait sanksi yang diterapkan ini. Namun, menurut Rabiman, jauh sebelum sanksi ini diberlakukan, pihaknya sudah gencar menggelar sosialisasi. Bahkan petugas sudah membagikan sekitar 6.000 masker.

Kita sudah bagikan 6.000 masker, kisaran bulan April-Juli. Jadi sebelum ada razia ini, sosialisasi dan pembagian masker sudah kita lakukan setiap hari. Setiap ada orang tidak memakai masker, kita beri, jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku kebiasaan memakai masker ketika beraktifitas di luar rumah mulai saat ini sudah harus menjadi bagian penting dalam kehidupan sehar- hari masyarakat. Hal itu dilakukan guna mencegah penularan dan menimbulkan klaster baru Covid-19.

Mulai saat ini masker masih kita berikan, tapi tidak umum seperti dulu. Hanya untuk lansia, difabel, dan balita. Sedangkan yang lain ya kita tindak sesuai aturan, pungkasnya.