Pembelajaran Tatap Muka Siswa SD Ditarget Bergulir Januari
Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka Siswa SD Ditarget Bergulir Januari

Klaten,(klaten.sorot.co)--Dinas Pendidikan Klaten berencana menerapkan pembelajaran tatap muka pelajar tingkat SD pada Januari 2021 mendatang. Disisi lain, saat ini beragam persiapan masih terus dilakukan termasuk memastikan penerapan protokol kesehatan di masing- masing SD.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto mengatakan pembelajaran tatap muka tingkat SD akan diawali dengan uji coba terlebih dahulu. Rencananya, uji coba dimulai Januari dengan sekolah percontohan tahap pertama lima SD di masing- masing kecamatan.

Kajian nanti Januari (untuk pembelajaran tatap muka SD) ini sedang persiapan- persiapan dulu. Nanti tetap diawali dengan uji coba dulu lagi, ujarnya, Sabtu (21/11/2020).


Pihaknya mengaku rencana pembelajaran tatap muka tingkat SD itu tak lepas dari suksesnya penerapan pembelajaran tatap muka tingkat SMP yang dilakukan sebelumnya. Wardani mengaku lima SMP yang menjadi percontohan dianggap hasilnya sudah baik. 

Dasarnya lima SMP kemarin kan hasilnya bagus. Nah ini yang SMP juga mulai menggelar penilaian akhir semester dengan tatap muka terbatas, ada 51 SMP. Nanti itu akan berlanjut ke pembelajaran tatap muka, jelasnya.

Wardani mengungkapkan, kepala sekolah SMP yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka nantinya akan presentasi ke masing- masing kepala sekolah SD di setiap kecamatan. Termasuk didampingi jajaran Muspika kecamatan mulai dari Camat, Polsek, dan Koramil.

Dikatakan, pembelajaran tatap muka ditengah pandemi Covid-19 harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Yang utama adalah, jumlah siswa setiap kelasnya dibatasi. Selain itu jam pembelajaram selama di sekolah juga berkurang, tidak sama seperti biasanya.

Jadi kepala sekolah SMP akan presentasi di depan kepala sekolah SD, begini lo caranya. Nanti lima- lima dulu per kecamatan (untuk SD yang tatap muka). Dicoba dulu, nanti yang mendampingi SMP, jelasnya.

Pihaknya berharap, dunia pendidikan ditengah pandemi Covid-19 bisa berjalan dengan lancar dan aman. Pihaknya juga mewanti- wanti orang tua agar terus memantau putra- putrinya. Apabila memang di wilayahnya terdapat kasus Covid-19, sebaiknya langsung isolasi.

Jadi tidak usah dipaksakan, kalau memang ada kasus ya isolasi dulu. Nanti pembelajaran bisa lewat daring, jadi yang daring ini tetap jalan, pungkasnya.