Nama Bupati Klaten Dicatut Akun Facebook Palsu
Peristiwa

Nama Bupati Klaten Dicatut Akun Facebook Palsu

Klaten,(klaten.sorot.co)--Nama Bupati Klaten, Sri Mulyani dicatut dijadikan akun media sosial Facebook oleh orang tak dikenal. Pemerintah Kabupaten Klaten memastikan akun Facebook tersebut palsu karena dibuat tanpa sepengetahuan pemerintah maupun Bupati Klaten.

Informasi yang dihimpun, akun Facebook itu bernama Sri Mulyani. Selain mencatut nama, akun itu juga memasang foto Bupati Klaten. Diketahui akun itu dibuat tahun 2014 dan kini sudah memiliki kurang lebih 1.071 follower. Aktivitas postingan terakhir dilakukan 17 September 2020.

Menurut Sri Mulyani, akun itu dipastikan palsu karena selama ini pihaknya tidak pernah menggunakan media sosial selain Twitter dan Instagram. Meski hingga kini belum ada laporan yang dirugikan oleh akun Facebook palsu itu, namun pihaknya terus memantau aktvitasnya.

Saya selaku Bupati Klaten tidak memiliki akun Facebook. Nama saya dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab, ini terus saya pantau apakah ada korbannya atau tidak, ujar Mulyani, Selasa (12/01/2021).

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Klaten, Amin Mustofa. Dikatakan, selama ini tidak pernah ada intruksi untuk membuat akun Facebook. Bupati Klaten hanya memiliki dua akun media sosial yang dikelola pribadi yakni Instagram dan Twitter. 

Untuk diketahui kalau pemerintah dan Bupati Klaten tidak bertanggungjawab terhadap konten yang diposting di akun Facebook tersebut. Masyarakat untuk memblokir saja, kata Amin.

Disisi lain, Tim Teknis Dinas Komunikasi dan Informatika kini juga ikut memantau aktivitas akun Facebook palsu itu. Disisi lain Pemkab kini juga sedang membuat kajian hukumnya. Apabila ada pelanggaran hukum, tidak menutup kemungkinan bakal melakukan upaya hukum.

Edukasi terkait penggunaan media sosial itu penting, dalam arti harus bertanggungjawab atas konten. Apalagi menggunakan akun palsu mengatasnamakan orang lain, itu tidak boleh sekaligus tidak bertanggungjawab, pungkasnya.