Minat Tanam Kedelai di Klaten Masih Tergolong Rendah
Ekonomi

Minat Tanam Kedelai di Klaten Masih Tergolong Rendah

Klaten,(klaten.sorot.co)--Minat petani di Kabupaten Klaten dalam menaman kedelai masih tergolong rendah. Akibatnya, banyak perajin tahu maupun tempe mengandalkan kedelai impor lantaran produksi kedelai lokal belum mampu mencukupi kebutuhan setiap tahunnya.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengatakan luas tanam kedelai tahun 2020 sangat rendah. Salah satu penyebab kurangnya minat petani dalam menanam kedelai adalah rendahnya keuntungan yang diperoleh.

Minat petani menanam kedelai itu rendah. Kita itu kalau soal kedelai minus, masih belum terlalu banyak, ujarnya, Rabu (13/01/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun dari DPKPP Klaten, luas tanam kedelai tahun 2020 hanya sekitar 561 hektar, dari jumlah itu hanya memproduksi 1.065,9 ton kedelai. Nilai produksi selama setahun itu masih jauh dari angka kebutuhan yakni 13.275 ton kedelai per tahun. 

Widiyanti mengatakan sebetulnya pada tahun 2020 lalu sempat ada bantuan bibit kedelai. Namun sebagian besar petani menolak bantuan bibit tersebut dengan alasan harga jual kedelai sangat rendah, tidak sebanding dengan kebutuhan selama masa tanam hingga panen.

Kemarin mau kita kasih bantuan bibit kedelai tapi tidak mau, karena harga jualnya rendah. Akhirnya sebagian ada yang memilih kacang hijau, jagung dan lainnya, imbuh dia.

Lebih lanjut disampaikan, kwalitas kedelai lokal sebetulnya tidak kalah dibanding dengan kedelai impor. Bahkan dari hasil penelitian sebelumnya, produksi tahu atau tempe yang menggunakan bahan baku kedelai lokal rasanya jauh lebih enak, karena rendemennya lebih tinggi.

Kemarin kita sudah praktek, rendemennya kedelai lokal lebih tinggi dibanding impor. Jadi kalau dari rasanya lebih enak (kedelai lokal), pungkasnya.