Susah Akibat Corona, Pria Asal Ngawen Nekat Curi Kabel Telepon
Hukum & Kriminal

Susah Akibat Corona, Pria Asal Ngawen Nekat Curi Kabel Telepon

Klaten,(klaten.sorot.co)--Aparat Polsek Ceper dan Satreskrim Polres Klaten menangkap pelaku pencurian kabel telepon sepanjang 400 meter di jalan Yogya- Solo Desa Mlese, Ceper. Pelaku mengaku nekat mencuri untuk biaya makan sehari- hari karena kesusahan akibat pandemi Covid-19.

Pelaku pencurian kabel itu adalah, SIB (44)  warga Dukuh Soran, Desa Duwet, Kecamatan Ngawen. Aksi pencurian bermula saat SIB lewat jalan Yogya- Solo. Saat tiba di jalan raya Desa Mlese, SIB melihat ada kabel telepon yang menggantung di pohon besar yang ada di pinggir jalan.

Dari situlah terbesit dalam fikiran SIB untuk mencuri kabel milik PT Telkom itu. SIB lantas bergerak dan melancarkan aksinya pada, Rabu (28/04) sekitar pukul 00.01 WIB seorang diri. Alat yang digunakan untuk mencuri kabel telepon tersebut hanya gergaji besi dan tali untuk mengikat.

Jadi begitu sepi pelaku ini beraksi, tapi jika ramai atau ada yang lewat ya tidak curiga, ujar Kapolsek Ceper, AKP Sarwiyanto, Selasa (04/05/2021).

Dalam aksi yang dilakukan hingga pagi hari itu pelaku SIB berhasil menggulug kabel telepon sepanjang kurang lebih 400 meter. Guna mempermudah kabel hasil curian itu, SIB mensiasatinya dengan memotong tiga bagian. Kabel itu selanjutnya dibawa pulang ke rumah. 

Karena merasa dirugikan dengan kejadian ini maka pihak Telkom melapor ke kami. Setelah kami tindak lanjuti, pelaku berhasil kita lacak lokasinya, imbuhnya.

Pihaknya mengungkapkan SIB ditangkap di rumahnya, Kamis (29/04). Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan kabel telepon yang diduga hasil curian sepanjang 192 meter, termasuk gergaji besi yang diduga digunakan untuk memotong kabel telepon tersebut.

Tersangka kita jerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukumannya diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Saat ini pelaku sudah di Polres Klaten, jelasnya.

Sementara itu, SIB mengaku nekat mencuri kabel telepon karena untuk mencukupi kebutuhan makan sehari- hari. Aksi itu dilakukan secara reflek karena sejak pandemi Covid-19 ini, dirinya merasa banyak usaha sepi hingga membuat roda perekonomiannya terganggu.

Buat makan, karena susah sejak corona ini. Atas hal ini saya sangat menyesal, pungkasnya.