Suasana Rumah Duka Pengunjung yang Tewas di Wisata Kali Talang
Peristiwa

Suasana Rumah Duka Pengunjung yang Tewas di Wisata Kali Talang

Manisrenggo,(klaten.sorot.co)--Suasana duka menyelimuti kediaman, Yusuf Aji Pamungkas (22) di Dukuh Pungkruk, Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo yang meninggal dunia terpeleset di kawasan obyek wisata Kali Talang, Selasa (08/06/2021) pagi. Jenazah tiba di rumah duka dan dimakamkan Selasa sore.

Mendiang Yusuf meninggal dunia saat berkunjung ke obyek wisata Kali Talang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang. Ia terpeleset dari tebing hingga jatuh ke alur Sungai Woro sedalam 80 meter saat sedang ngevlog bersama temannya. Kondisi jenazah Yusuf mengalami luka parah kepala, tangan dan kaki.

Isak tangis keluarga, kerabad dan tetangga pecah saat jenazah tiba di rumah duka. Salah seorang kerabad korban, Eko Riyadi (43) mengatakan awalnya mendiang Yusuf pergi dan berpamitan ke orang tuanya untuk berkunjung ke rumah kakak, Senin (07/06). Setelah itu, mendiang Yusuf main dengan temannya.

Memang tadi malam itu jenguk kakaknya. Setelah itu kakanya berpesan agar langsung pulang saja. Tapi tahu- tahu tadi pagi ada kabar kejadian di atas, ujarnya, Selasa siang.

Setelah mendapat kabar itu, pihak keluarga dan kerabad langsung berangkat ke lereng Gunung Merapi. Ternyata disitu kondisinya sudah meninggal dunia dengan luka parah. Menurut keterangan teman- temannya, mendiang Yusuf terpeleset saat ngevlog di tebing hingga terjatuh ke dasar alur Sungai Woro. 

Orang tua tidak tahu kalau berkunjung ke obyek wisata. Dan teman- temannya siapa saja itu saya juga tidak kenal, karena bukan dari warga sini. Karena berangkat dari rumah itu sendiri, imbuhnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Yusuf kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan Selasa sore. Kabar duka itu juga sempat mengejutkan warga sekitar karena selama ini mendiang Yusuf dikenal baik di lingkungan. Mendiang Yusuf juga aktif dalam kegiatan perkumpulan kampung dan muda- mudi.

Dilingkungan masyarakat bagus. Kami juga kaget mendengar kabar ini, padahal anaknya baik, kata dia.

Sementara itu salah satu perangkat Desa Balerante, Jainu mengaku sebetulnya hingga kini obyek wisata yang ada di lereng Gunung Merapi itu tutup sejak awal pandemi Covid-19 dan sejak Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas. Lokasi jatuhnya korban memang terkenal licin dan jarang dikunjungi warga.

Itu memang di kawasan wisata, tapi bukan di spot selfie yang kami sediakan, melainkan di tebing atas. Disitu memang licin, bahkan warga sini banyak yang tidak berani kesitu. Karena wisata tutup, jadi tadi tidak penjaga yang mengawasi, kata Jainu.