<p>Obyek Wisata Klaten Belum Boleh Buka Meski Turun ke PPKM Level 3</p>
Wisata

Obyek Wisata Klaten Belum Boleh Buka Meski Turun ke PPKM Level 3

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Obyek wisata di Kabupaten Klaten masih tetap tutup meski kini kabupaten bersinar sudah turun ke PPKM level 3. Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga meyebut belum dibukanya obyek wisata itu mengacu pada Intruksi Menteri Dalam Negeri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klaten, Sri Nugroho. Pihaknya menjelaskan pada PPKM level 3 ini seluruh obyek wisata masih belum boleh dibuka. Pembukaan obyek wisata hanya boleh dilakukan ketika sudah turun menjadi PPKM level 2.

"Kami masih mengacu Inmendagri, karena dalam Inmendagri kalau masih level 3 baik untuk seni, budaya dan wisata masih ditutup. Sementara sudah kita sosialisasikan dulu lewat grup," ujarnya, Selasa (31/08/2021).

Pihaknya meminta kepada pengelola obyek wisata agar tetap bersabar dan menaati aturan yang ditentukan pemerintah. Nugroho menyadari sektor pariwisata sangat terdampak sejak pandemi Covid-19. Sebab obyek wisata sudah tidak beroperasi sekitar 16 bulan terakhir. 

"Kalau kita hitung ya sejak 18 bulan, nah itu pernah buka sekitar 2 bulan, tapi tutup lagi. Jadi ya sekitar 16 bulan tidak beroperasi. Memang sangat memprihatinkan, karena nyuwun sewu, kan pasti tidak ada pemasukan untuk pengelola wisata ini," jelasnya.

Pihaknya berharap selama PPKM level 3 ini kondisi Klaten semakin membaik dan kasus Covid-19 bisa terus menurun. Sehingga pekan depan Klaten bisa turun ke PPKM level 2, dan harapannya sektor pariwisata bisa kembali beroperasi namun tetap sesuai aturan dan protokol kesehatan.

"Mudah- mudahan setelah tanggal 6 (September 2021) bisa turun ke level 2. Sehingga (wisata) sudah bisa dibuka," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pengelola Umbul Ponggok, Agus Santoso mengaku dengan belum boleh dibukanya obyek wisata sangat berdampak karena sudah beberapa bulan tidak bekerja. Dirinya berharap kondisi Covid-19 kian membaik agar obyek wisata kembali beroperasi.

"Jelas berdampak karena kita tidak bisa bekerja. Tapi kita cuma bisa berharap, wisata bisa segera buka waluapun harus dengan protokol kesehatan. Yang penting bisa beroperasi lagi," kata Agus.