Dua Warung Apung Rowo Jombor Dibongkar, Ini Alasannya
Peristiwa

Dua Warung Apung Rowo Jombor Dibongkar, Ini Alasannya

Bayat,(klaten.sorot.co)--Dua warung apung di Rowo Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat dibongkar pada beberapa hari yang lalu. Pembongkaran itu dilakukan secara mandiri oleh pemilik warung apung lantaran kondisi warungnya rusak dan dinilai sudah kurang produktif.

Informasi yang dihimpun, dua warung apung yang dibongkar itu warung apung Kembar dan Nila Sari. Saat ini satu warung apung yang dibongkar itu sudah bersih dan diangkut ke darat. Sedangkan yang satunya masih dalam tahap pembongkaran pada bagian atap serta tiang.

Iya ada teman- teman yang warungnya sudah dibongkar. Itu sudah tidak produktif dan rusak, akhirnya ada pihak pengepul barang rosok yang menawar, ujar salah satu pemilik warung apung di Rowo Jombor, Sutomo, Rabu (01/09/2021).

Seperti yang diketahui, pemerintah akan merevitalisasi kawasan Rowo Jombor. Dalam penataan itu, nantinya warung apung akan dipindah ke daratan, kemudian karamba ikan, perahu dan lainnya juga ditata. Revitalisasi dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. 

Terkait revitalisasi itu kami masih menunggu kabar selanjutnya. Karena sosialisasi terakhir ya waktu di pendopo pemda dulu, sampai sekarang belum ada sosialisasi lanjutan. Maka untuk warung apung yang lain ya tetap beroperasi seadanya, imbuh dia.

Sementara itu pemilik warung apung lainnya, Sadikan mengaku pembongkaran dua warung apung itu tidak ada kaitannya dengan rencana revitalisasi. Keduanya dibongkar oleh masing- masing pemilik karena memang sudah rusak dan dikhawatirkan bisa tenggelam apabila beroperasi.

Karena memang sudah jarang diopeni, lalu dibongkar. Sedangkan untuk warung apung yang lain saat ini masih berjualan, kata dia.

Hal senada juga disampaikan salah satu warga yang membersihkan sisa- sisa material warung apung yang dibongkar, Pak Gondrong. Ia mengungkapkan warung apung itu dibongkar karena sejak beberapa waktu ini sepi dan kondisi warungnya juga sudah nyaris rusak.

Tidak ada kaitan revitalisasi. Dibongkar karena sepi dan rusak, dari pada tambah parah maka dibongkar, pungkasnya.