Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Klaten Mulai Dikurangi
Peristiwa

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RS Klaten Mulai Dikurangi

Klaten,(klaten.sorot.co)--Kapasitas tempat tidur di beberapa rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Klaten mulai dikurangi seiring penurunan jumlah pasien. Tempat tidur yang semula untuk merawat pasien Covid-19 dialihkan lagi menjadi tempat tidur non Covid-19.

Salah satu perwakilan managemen RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Yuniarida saat dikonfirmasi membenarkan ada bangsal Covid-19 yang dialihkan menjadi bangsal non Covid-19. Sebelumnya bangsal isolasi untuk Covid-19 yang disiapkan sebanyak 106 tempat tidur.

Benar RSU PKU Muhammadiyah Delanggu merupakan salah satu RS di Klaten yang menerapkan bangsal covid dialihfungsikan menjadi bangsal non covid, ujarnya, Rabu (01/09/2021).

Pihaknya menjelaskan dialihkannya bangsal Covid-19 menjadi bangsal non Covid-19 karena sudah mulai menurunnya angka kesakitan dan kasus Covid-19 di Klaten. Disisi lain, saat ini masih banyak pasien dengan gejala lainnya yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. 

Sebab masih banyak penyakit lain yang butuh perawatan di rumah sakit. Untuk saat ini TT Covid-19 yang beroperasional sebanyak 38 tempat tidur, imbuhnya.

Pihaknya memastikan sebelum bangsal Covid-19 dialihkan ke bangsal non Covid-19 , pihak rumah sakit sudah melakukan beragam prosedur seperti sterilisasi ruangan, screening perawat yang bertugas, pemisahan antara bangsal Covid-19 dan non Covid-19, dan lainnya.

Tentunya rumah sakit sudah melakukan berbagai prosedur. Yang mana tujuannya untuk pasien safety dan keamanan petugas, pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis dan Keperatawan RSD Bagas Waras Klaten, Sigit Joko Nugroho menyatakan pengalihan bangsal Covid-19 menjadi non Covid-19 masih dalam tahap rencana. Saat ini pihak rumah sakit sedang menghitung kebutuhan lebih lanjut.

Baru rencana, tapi ini masih kita hitung dulu. Kalau kapasitas (bangsal) Covid-19 kita kemarin kan ada 119 tempat tidur. Kita lihat dulu nanti seperti apa, kata Sigit.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito menjelaskan ada dua rumah sakit rujukan Covid-19 yang mengajukan izin pengembalian sebagian bangsal menjadi tempat tidur umum. Sebelumnya sebagian bangsal itu difungsikan untuk menangani pasien Covid-19.

Dari kapasitas tempat tidur (untuk pasien Covid-19) itu, 75 persen dipertahankan. Sedangkan 25 persen bisa dilakukan pergesaran untuk penanganan pasien umum, kata Ronny.

Sebelumnya, ada 12 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 1 satu rumah sakit darurat Covid-19. Total kapasitas 13 rumah sakit itu ada sebanyak 833 tempat tidur, termasuk ruang ICU. Tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 per Selasa (31/08) sekitar 23,52 persen.