<p>Waduh, Jumlah Ikan di Rowo Jombor Kian Berkurang</p>
Wisata

Waduh, Jumlah Ikan di Rowo Jombor Kian Berkurang

Bayat,(klaten.sorot.co)--Jumlah populasi ikan di kawasan Rowo Jombor mulai berkurang dibanding beberapa tahun lalu. Salah satu penyebab berkurangnya jumlah ikan itu adalah masih adanya aktivitas menjaring atau menjala ikan menggunakan lampu dari aliran listrik PLN.

Salah satu nelayan di Rowo Jombor, Kadarjo (81) mengatakan sampai saat ini maaih ada aktivitas menjala ikan yang menggunakan lampu beraliran listrik. Padahal aktivitas itu sebetulnya sudah dilarang karena selain berbahaya juga berpotensi mengurangi populasi ikan.

"Jadi jala ikan pakai lampu listrik memang masih ada. Ya padahal itu berbahaya," ujarnya, Rabu (01/09/2021).

Pihaknya menjelaskan aktivitas menjala ikan yang menggunakan lampu beraliran listrik itu berbeda dengan mencari ikan nelayan tradisional. Sebab, proses mencari ikan itu adalah dengan mengulur kabel listrik PLN di tepi menuju tengah rowo. Listrik itu untuk menyalakan lampu. 

"Itu dipakai mencari ikan malam hari. Dibawah lampu itu dipasang jala ikan seperti karamba, nanti ikan pasti akan mendatangi cahaya lampu. Begitu ikan sudah ngumpul, karamba diangkat," kata dia.

Menurutnya, aktivitas itu merupakan salah satu penyebab populasi ikan di Rowo Jombor berkurang. Sebab ikan yang terjaring tidak hanya yang besar, melainkan ikan yang masih kecil- kecil juga ikut terjaring. Bahkan sekali menjala ikan, jumlah ikan yang terjaring bisa 1 kuintal.

"Ikan yang kecil ikut terangkat. Sekali menjaring itu bisa dapat 1 kuintal. Padahal kalau nelayan tradisional seperti saya sekali turun ke rowo rata- rata hanya dapat 5 kilogram. Sebelum ada aktivitas itu, biasanya saya dapat 10 kilogram lebih," imbuhnya.

Kadarjo yang juga sebagai ketua kelompok nelaya di Rowo Jombor itu berharap pemerintah bisa mengambil sikap tegas terhadap aktivitas menjala ikan menggunakan lampu itu. Pasalnya hal itu juga berbahaya karena kabel yang diulur dikhawatirkan terkelupas.

"Takutnya kalau ada yang kesetrum. Apalagi jika kabelnya terkelupas, itu kan bahaya. Jadi harapan kami bisa ditindaklanjuti," pungkasnya.