<p>Bahagianya Pelajar Klaten Ikuti Uji Coba PTM Setelah Lama di Rumah Saja</p>
Pendidikan

Bahagianya Pelajar Klaten Ikuti Uji Coba PTM Setelah Lama di Rumah Saja

Jogonalan,(klaten.sorot.co)--Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Klaten pada hari pertama, Kamis (02/09/2021) disambut bahagia para pelajar. Meski hanya digelar terbatas, namun uji coba PTM ini menjadi angin segar setelah sekian lama mereka belajar daring.

Seperti yang diketahui, Dinas Pendidikan Klaten telah menyiapkan skenario uji coba PTM bagi pelajar SD dan SMP. Tahap awal uji coba PTM dimulai secara terbatas dengan lima SD dan satu SMP di masing- masing kecamatan yang diselenggarakan pada 2-4 September 2021.

Salah satu pelajar SMP N 1 Jogonalan, Jessica warga Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan mengaku sangat senang bisa mengikuti uji coba PTM pada hari pertama. Sebab ia yang baru duduk dibangku kelas VII itu belum pernah mengikuti pembelajaran di sekolahan.

"Sangat senang, karena bisa berteman teman dan guru. Apalagi ini hari pertama, ya kan sudah kangen masuk sekolah," kata dia.

Dirinya mengatakan pada hari pertama uji coba PTM kali ini diisi dengan kegiatan bersih- bersih lingkungan sekolah. Selain itu juga diberi materi terkait penerapan protokol kesehatan baik saat di sekolahan maupun aktivitas sehari- hari. Sebab saat ini masih pandemi Covid-19. 

"Kegiatannya bersih- bersih. Setelah itu diajari guru- guru tentang protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, pakai masker dan lain- lain," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Jofano Oktavian. Dirinya menjelaskan baru pertama kali mengikuti uji coba PTM. Selain mendapat himbauan terkait protokol kesehatan, pada hari pertama uji coba PTM ini juga ada materi terkait pemanfaatan handphone dengan baik dan bijak.

"Senang sekali bisa masuk sekolah lagi. Tadi kegiatannya juga belum banyak, cuma pengenalan dan materi potokol kesehatan. Selain itu juga diminta agar tidak bermain HP berlebihan," kata dia.

Bidang Kesiswaan SMP N 1 Jogonalan, Agus Nur Anang menjelaskan kegiatan uji coba PTM terbatas ini mengutamakan penerapan protokol kesehatan di dalam sekolah. Sistem uji coba PTM ini adalah pelajar datang wajib diantar, sebelum masuk sekolah diawali cek suhu dan cuci tangan.

"Setelah itu masuk ke kelas. Pembelajarannya maksimal 2 jam saja, satu kelas diisi 16 siswa. Tidak ada istirahat, jadi bawa bekal. Saat pulang juga dijemput oleh orang tua atau wali," jelasnya.

Pihaknya berharap pelaksanaan uji coba PTM ini berlangsung aman dan tidak terjadi klaster Covid-19. Apabila uji coba PTM kali ini berjalan dengan lancar, nantinya pekan depan dijadwalkan diadakan ujian tengah semester secara terbatas untuk kelas VII, VIII dan IX.