<p>Razia Hotel Klaten, Petugas Tangkap Belasan Pasangan Tak Resmi dan 3 PSK</p>
Peristiwa

Razia Hotel Klaten, Petugas Tangkap Belasan Pasangan Tak Resmi dan 3 PSK

Klaten,(klaten.sorot.co)--Petugas gabungan menggelar razia dengan sasaran perhotelan serta pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) pada, Minggu (05/09/2021). Hasilnya, ditemukan 14 pasangan tak resmi yang sedang ngamar dan tiga wanita pekerja seks komersial (PSK).

Razia diikuti petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Polres serta Kodim 0723/ Klaten. Sasaran razia kali ini hotel di Kecamatan Jogonalan dan Prambanan serta jalan raya Yogya- Solo sisi barat.

"Sasarannya adalah wilayah kota sampai Prambanan. Terdiri dari PGOT yang biasa mangkal di jalan raya dan perhotelan di wilayah Jogonalan sampai Prambanan," ujar Kasi Penindakan Satpol PP Klaten, Sulamto, Minggu siang.

Dalam razia kali ini, petugas gabungan berhasil mengamankan 5 PGOT. Selain itu ada juga 14 pasangan tak resmi yang kedepatan sedang ngamar di dalam hotel. Kemudian, lanjut Sulamto, petugas gabungan juga menangkap tiga wanita yang berprofesi sebagai PSK. 

Dua PSK ditangkap di hotel yang ada di Kecamatan Jogonalan. Keduanya ditangkap usai melayani pelanggan. Sedangkan satu PSK ditangkap di Prambanan saat sedang menunggu pelanggan. Profesi sebagai PSK itu diketahui petugas dari hasil pemeriksaan dan riwayat obralan di HP.

"Ada tiga PSK yang kita amankan. Kita ketahui setelah hasil pemeriksaan obrolan HP. Yang dua baru saja melayani pelanggan, tapi yang pria sudah pergi. Sedangkan yang satu sedang menunggu pelanggan," kata dia.

Mereka yang terjaring razia lantas dibawa ke Satpol PP Klaten. Lima PGOT diserahkan ke Rumah Singgah DisosP3AKB Klaten, kemudian 14 pasangan tidak resmi disanksi wajib lapor sebanyak 20 kali, dan ketiga PSK dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta.

"Kalau dari sisi usia rata- rata remaja sampai 50 tahunan. Razia akan terus dilakukan dalam rangka Penegakan Perda No.27 Tahun 2002 tentang Larangan Pelacuran jo Perda No. 12 Tahun 2013 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan," pungkasnya.