<p>Warga Satu RT di Kranggan Mulai Tinggalkan Rumah</p>
Peristiwa

Warga Satu RT di Kranggan Mulai Tinggalkan Rumah

Polanharjo,(klaten.sorot.co)--Warga satu RT di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo mulai meninggalkan kampung halamannya sejak beberapa bulan ini lantaran tergusur proyek jalan tol Yogya- Solo. Saat ini, kondisi perkampungan di satu RT itu sudah sepi dan hampir tak berpenghuni.

Satu RT di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo itu berada di Dukuh Ngentak RT 14/ RW 5. Sedikitnya ada sekitar 15 rumah di satu RT itu yang tergusur proyek jalan tol. Berdasarkan pantauan di lokasi, satu RT di wilayah itu sudah sepi dan tidak terlihat ada orang beraktivitas.

Bahkan, sebagian besar rumah bekas pemilik warga sebelumnya sudah dirobohkan dan hanya menyisakan dinding dan material yang sudah tidak terpakai. Satu- satunya warga yang masih tinggal di kampung itu dan belum beranjak meninggalkan rumahnya adalah pria bernama, Ruminto (70).

"Satu RT kena (jalan tol) semua, ada sekitar 20 KK. Ini semua sudah pada pindah, hanya saya yang masih disini dulu," kata Ruminto (70) saat ditemui, Selasa (21/09/2021).

Dirinya mengaku tetangganya di satu RT yang terdampak jalan tol itu kini berpencar- pencar, ada yang membeli lahan dan membangun rumah di luar desa, tapi ada juga yang masih bertahan di Desa Kranggan. Sedangkan, dirinya nanti akan pindah ikut anaknya di wilayah Kota Solo. 

"Saat ini kampung jadi sepi, kalau sebelumnya ya ramai. Barang- barang di rumah saya juga sudah saya pindahkan, ini cuma tinggal kasur dan baju sedikit," kata dia.

Disinggung alasan belum meninggalkan rumah seperti yang dilakukan tetangganya, Ruminto mengaku masih ingin menikmati berbagai kenangan semasa tinggal di rumahnya sebelum nantinya proyek fisik jalan tol dimulai. Sebab, kampung ini merupakan tanah kelahirannya.

"Mau pergi dari rumah sebetulnya berat, karena disini kan sudah lama, sudah bareng tetangga sejak lama, sekarang harus pisah- pisah. Ya ini menikmati kenangan dulu, kalau memang harus disuruh pindah ya tidak apa- apa," imbuhnya.

Selain di Dukuh Ngentak RT 14/ RW 5, wilayah lain di Desa Kranggan yang terdampak jalan tol ada di Dukuh Ronggolanan RT9/ RW 4. Hanya saja di Dukuh Ronggolanan tak semua rumah di satu RT tergusur jalan tol. Di wilayah itu, sebagian warga terdampak jalan tol masih berada di rumah lamanya.

"Saya masih disini karena menunggu rumah yang baru jadi dulu. Lagian proyek fisiknya juga masih belum sampai kampung kami, jadi ya ditempati dulu rumah lama. Kemarin dapat kurang dari Rp 1 miliar," ujar warga lain, Danik (43).