Ini Suara Keprihatinan Petani Klaten di Hari Tani Nasional
Peristiwa

Ini Suara Keprihatinan Petani Klaten di Hari Tani Nasional

Karangnongko,(klaten.sorot.co)--Para petani di Klaten yang tergabung dalam Persaudaraan Petani Indonesia (Perpatin) menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi petani saat ini yang dianggap masih beum sejahtera. Keprihatinan itu disampaikan bertepatan pada peringatan Hari Tani Nasional, Jumat (24/09/2021).

Peringatan Hari Tani Nasional diawali dengan doa bersama, diskusi, kemudian dilanjut dengan pernyataan sikap petani. Pembina Perpatin Klaten, Widodo mengatakan ada tiga persoalan yang menjadi sorotan petani saat ini. Diantaranya adalah persoalan pupuk, penjualan pasca panen, dan cuaca yang tidak menentu.

Hari Tani Nasional ini menjadi momentum petani untuk bersuara. Karena sejauh ini masih ada beberapa hal yang menjadi keprihatinan, pupuk, penjualan pasca panen dan cuaca, ujarnya, Kamis sore.

Dari sisi persoalan pupuk, lanjut Widodo, kendala yang dihadapi adalah naiknya harga pupuk subsidi, kemudian pengurangan kuota pupuk subsidi bagi petani. Dirinya khawatir pengurangan kuota pupuk subsidi tersebut juatru akan berdampak pada kesejahteraan petani karena hasil panen menjadi tidak maksimal. 

Ini kan ada kebijakan dari pusat terkait pengurangan pupuk. Ini secara tidak langsung memaksa petani untuk tetap bertahan, kita harus beli tambahan pupuk yang non subsidi tapi harganya jelas mahal, imbuhnya.

Menurutnya, kebijakan itu harus diikuti dengan solusi yang baik. Misalnya tidak hanya mengandalkan subsidi dari pemerintah pusat, melainkan adanya penambahan subsidi pupuk dari pemerintah kabupaten. Sehingga dengan begitu kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi terutama saat masa tanam.

Perlu subsidi yang lain untuk tingkat kabupaten, atau subsidi pasca panen untuk dibeli. Disisi lain memang harus ada kemandirian dari petani, misalnya menyediakan pupuk kompos, kata dia.

Sementara itu salah satu petani, Harto (51) mengaku selain pupuk subsidi, kendala yang dihadapi petani selama ini adalah sering kali terjadi anjloknya harga gabah pada saat musim panen. Bahkan harga gabah berubah- ubah antara Rp 3.500 per kilogram hingga Rp 4.500 per kilogram.

Harga sering anjlok, apalagi kalau pas panen. Nanti kalau sudah masa tanam naik lagi. Ya susah juga kalau seperti ini terus. Butuh kepastian dari pe.erintah, pungkasnya.