Ngaku Buat Berobat Orang Tua, Petani Nekat Mencuri di ATM
Hukum & Kriminal

Ngaku Buat Berobat Orang Tua, Petani Nekat Mencuri di ATM

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten berhasil menangkap komplotan pencuri spesialis ganjal ATM yang beraksi di halaman depan kantor Kecamatan Ngawen. Dalam kasus tersebut, dua tersangka sudah diamankan dan dua tersangka masih berstatus buron.

Dua tersangka yang diamankan itu adalah Bagas Pratama (33) warga Kabupaten Oku Selatan, Sumatera Selatan dan Hengki Nasution (24) warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sedangkan dua tersangka yang masih buron adalah Lawang warga Jakarta dan Fajri warga Sumatera.

Aksi pencurian itu dilakukan pada, Jumat (27/08/2021) pukul 07.00 WIB di bilik ATM Bank Jateng yang ada di kantor Kecamatan Ngawen. Komplotan pencuri spesialis ganjal ATM itu berbagi tugas, Bagas dan Hengki berperan sebagai eksekutor memasang alat pengganjal ATM.

Alat yang digunakan berupa mika kecil transparan ukuran 5 cm. Mika itu ditempel di dalam lubang slot kartu ATM mengunakan lem. Setelah berhasil memasukkan mika, tersangka kemudian menempelkan stiker layanan pengaduan palsu yang sudah di persiapkan.

Mereka selanjutnya pergi sembari menunggu korban. Beberapa waktu kemudian datang korban hendak melakukan transasksi di ATM tersebut, namun kartu ATM korban jutrsu tersangkut dan tidak bisa dikeluarkan. Melihat  korban kesulitan, tersangka menghampiri korban.

Pelaku membujuk korban menghubungi call canter palsu itu. Korban kemudian pergi, dan ATM yang masih tersangkut itu diambil oleh pelaku, ujar Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, Senin (27/09/2021).

ATM milik korban itu kemudian diserahkan kepada Lawang dan Fajri. Komplotan pencuri itu kemudian menguras saldo rekening milik korban. Setelah berhasil mendapatkan uang, komplotan itu berpencar dan kabur ke luar daerah. Dua tersangka berhasil ditangkap oleh polisi. 

Dua sudah kita tangkap dan dua lainnya masih DPO. Mereka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-4e,5e KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara, kata dia.

Sementara itu salah satu tersangka, Bagas yang merupakan petani kopi itu mengaku nekat melakukan aksi pencurian karena untuk mencukupi biaya berobat orang tua. Kepada polosi, Bagas mengaku baru beraksi satu kali diajak oleh para rekannya yang saat ini masih dalam buron.

Baru satu kali ini. Buat biaya berobat orang tua, karena pekerjaan saya cuma petani kopi, pungkasnya.