Atasi Sampah, Warga Kahuman Kembangkan Budidaya Maggot
Peristiwa

Atasi Sampah, Warga Kahuman Kembangkan Budidaya Maggot

Polanharjo,(klaten.sorot.co)--Warga Dukuh Padan I, Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo mulai mengembangkan budidaya maggot atau larva dari black soldier fly (BSF) sejak setahun terakhir ini. Dengan budidaya maggot itu, sampah organik dari limbah rumah tangga bisa tertangani.

Budidaya maggot itu dikembangkan oleh bank sampah di wilayah setempat. Wakil Ketua Bank Sampah Sami Ikhlas, Nur Budi Pranoto menjelaskan budidaya maggot sudah dikembangkan sejak satu tahun terakhir ini atas dasar keprihatinan warga terhadap banyaknya sampah organik.

Jadi sampah organik kalau di wilayah sini awalnya belum tertangani. Biasanya hanya dibuang dipinggir sungai atau pekarangan rumah warga, ujarnya, Senin (11/10/2021).

Dari situ warga kemudian secara swadaya mengembangkan budidaya maggot lewat bank sampah di desa setempat. Sampah organik limbah rumah tangga yang biasanya dibuang kini dikumpulkan di tempat budidaya maggot. Sampah organik itu dijadikan sebagai pakan maggot atau BSF. 

Prosesnya dari BSF itu bertelur dan jadi maggot. Kemudian sampah organik ini dijadikan pakan maggot. Proses panennya sekitar 15 hari, imbuhnya.

Dijelaskan, dalam dua hari minimal bisa menghasilkan 20 kilogram maggot. Dari 20 kilogram maggot itu, setidaknya membutuhkan sekitar 100 kilogram sampah organik. Dirinya mengungkapkan segala macam jenis sampah organik bisa dijadikan sebagai pakan maggot.

Pokoknya semua sampah organik semua dimakan. Kalau disini harga maggot per kilogram itu Rp 7.000. Memang maggot ini cukup laris, bisa untuk pakan lele, meri, dan lainnya, urai dia.

Salah satu pengurus maggot di Dukuh Padan I, Ikhsan Haryono mengungkapkan dengan adanya budidaya maggot ini persoalan sampah organik di desanya bisa teratasi dengan baik. Selain itu, budidaya maggot ini juga sangat menjanjikan karena bisa menghasilkan keuntungan.

Dalam sebulan itu bisa menghasilkan Rp 1-2 juta. Itu nanti sebagian masuk ke bank sampah dan sebagain lagi untuk operasional. Jadi sampah bisa teratasi, dan disisi lain juga ada hasilnya. Tapi memang tujuan awalnya adalah sosial, pungkas dia.