Luas Tanam Padi Rojolele Varietas Lokal Klaten Akan Diperluas
Ekonomi

Luas Tanam Padi Rojolele Varietas Lokal Klaten Akan Diperluas

Polanharjo,(klaten.sorot.co)--Pemkab Klaten memperluas tanam padi Rojolele varietas lokal Srinuk dan Srinar dari 150 hektar menjadi 300 hektar. Perluasan itu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan ASN dan pegawai BUMD di Klaten yang sudah mulai membeli padi varietas lokal tersebut.

Varietas padi Rojolele Srinuk dan Srinar adalah varietas hasil riset pemuliaan yang dilakukan Pemkab Klaten menggandeng Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Riset dilakukan melalui mutasi genetik dengan proses radiasi sejak 2013 lalu dan rampung pada 22 Oktober 2019 lalu.

Setelah diresmikan, Pemkab Klaten kemudian mulai menyosialisasikan padi varietas lokal tersebut. Salah satunya dengan menerbitkan Instruksi Bupati No.1 Tahun 2021. Lewat kebijakan itu, ASN dan pegawai BUMD sebagai percontohan menyosialisasikan Rojolele dengan membeli setiap bulan.

Seluruh ASN kan memang ada bagian gaji yakni tunjangan beras. Nah dengan terbitnya intruksi bupati itu bisa dibelikan Srinuk dan Srinar, ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani, Senin (11/10/2021).

Jumlah ASN di Klaten kurang lebih 10.000 orang, setiap ASN diwajibkan membeli padi varietas lokal itu minimal 10 kilogram. Sedangkan saat ini baru terdistribusi sekitar 20 ton per bulan. Alhasil, produksi Rojolele Srinuk dan Srinar belum bisa menutup kebutuhan ASN dan pegawai BUMD. 

Oleh sebab itu, Mulyani menginginkan seluruh kelompok tani di Klaten bersedia untuk menanam padi varietas lokal itu. Sebab hasil panen dipastikan sudah akan laku karena untuk memenuhi kebutuhan ASN. Selain itu, proses menanamnya juga hampir sama dan rasanya juga pulen serta wangi.

Petani tidak perlu khawatir kalau nanti tidak bisa laku atau tidak bisa menjual. Karena hasil panennya sudah jelas ada yang menampung dan ada yang membeli, imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanti mengaku luas tanam padi Rojolele baru 150 hektar. Rinciannya 100 hektar sebagai percontohan yang terbagi di Kecamatan Polanharjo, Kalikotes dan Kebonarum dan sisanya ditanam mandiri.

Kami sudah melakukan hitung- hitungan untuk memenuhi kebutuhan beras bagi ASN itu diperlukan 1.200 ton. Maka dibutuhkan setidaknya 300 hektare untuk luas tanam padinya. Sedangkan ini baru separuhnya, jadi masih banyak peluang, pungkasnya.