<p>Puluhan Warga Terdampak Jalan Tol di Klaten Ajukan Gugatan</p>
Peristiwa

Puluhan Warga Terdampak Jalan Tol di Klaten Ajukan Gugatan

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Sejumlah warga terdampak jalan Tol Yogya- Solo di Kecamatan Ngawen mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Klaten. Gugatan itu terpaksa dilakukan karena mereka keberatan dengan nominal uang ganti kerugian yang ditetapkan panitia.

Informasi yang dihimpun, ada puluhan warga terdampak jalan tol yang mengajukan gugatan. Mereka berasal dari dua desa yakni Desa Pepe dan Desa Manjungan di Kecamatan Ngawen. Sedikitnya ada 30 gugatan yang sudah masuk dan direncanakan segera masuk persidangan pada pekan depan.

"Warga terdampak tol yang mengajukan gugatan dari Desa Manjungan dan Pepe, ini yang masuk sudah ada 30 perkara," ujar Humas PN Kelas 1A Klaten, Rudi Ananta Wijaya, Jumat (19/11/2021).

Puluhan perkara gugatan itu diajukan di waktu berbeda. Satu perkara diajukan pekan lalu, 27 perkara diajukan 15 November dan dua perjara diajukan 17 November. Pihak termohon dalam gugatan ini adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta tim appraisal. 

"Untuk persidangan perkara ini sudah dibagi berdasarkan majelis yang dibentuk. Nantinya dari masing- masing pemohon dan termohon akan diberi kesempatan yang sama untuk mempertahankan dan membuktikan dalilnya," imbuh dia.

PN Klaten telah membentuk tiga majelis. Nanti majelis bekerja profesional sesuai peraturan Mahkamah Agung No. 3/2016 sebagaimana yang diubah Peraturan Mahkamah Agung No. 2/2021 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan dan Penitipan Ganti Kerugian ke PN dalam Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum.

"Majelis hakim memiliki waktu maksimal 30 hari untuk merampungkan perkara gugatan ini. Kami sudah siap untuk menggelar persidangan perkara ini," kata dia.

Sementara itu Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengaku sudah menyiapkan berkas- berkas sebagai pihak termohon dalam gugatan tersebut. Antara lain dokumen administrasi penetapan lokasi (penlok), peta bidang, surat perintah pembayaran, daftar hadir musyawarah dan lainnya.

"Berkas- berkas sudah disiapkan. Penlok, peta bidang, SK, dan berkas lainnya sudah siap," pungkasnya.