<p>Pipa Rusak Diterjang Banjir Lahar, Puluhan Ribu Warga Klaten Krisis Air </p>
Peristiwa

Pipa Rusak Diterjang Banjir Lahar, Puluhan Ribu Warga Klaten Krisis Air

Klaten, (klaten.sorot.co)-- Pipa saluran air yang menyambungkan sumber mata air Bebeng, Cangkringan, Sleman untuk pasokan air warga di lereng Gunung Merapi Klaten, putus lantaran diterjang banjir lahar hujan dua hari yang lalu. Akibatnya, puluhan ribu warga di Klaten mengalami krisis air bersih.

Mata air Bebeng di Cangkringan dimanfaatkan masyarakat lereng Merapi baik dari wilayah Klaten maupun Sleman. Warga memasang pipa dari Bebeng kemudian ditarik ke desa- desa terdekat guna memenuhi kebutuhan sehari- hari. Namun, ada satu pipa yang rusak setelah diterjang banjir lahar dingin.

"Ada satu pipa yang rusak karena posisinya di Sungai Bebeng yang ada di Sleman. Tapi dampak kerusakan itu ke Klaten, karena warga jadi krisis air bersih," ujar Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Rujedi, Jumat (03/12/2021).

Pasca kejadian itu, perwakilan dari Klaten sudah berkoordinasi dengan perwakilan di Sleman. Hasilnya tercatat ada sekitar 15 ribu jiwa yang terdampak, dari jumlah itu 10 ribu jiwa merupakan warga Klaten tersebar di tiga desa, meliputi Balerante, Sidorejo, dan Panggang. Dan sisanya termasuk warga di Sleman.  

"Sudah kita rapatkan, sudah saya laporkan ke pak Kalak. Jadi nanti untuk penanganan sementara dulu yang pasti, kita juga koordinasi dengan Sleman," jelasnya.

Sementara itu Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kemalang, Jainu mengaku kondisi pipa rusak setelah diterjang banjir lahar hujan cukup besar. Pipa yang rusak sekitar 500 meter pada titik instalasi yang melintasi sungai. Hal itu membuat warga menjadi kesulitan air bersih sampai waktu yang belum ditentukan.

"Mulai 1 Desember kemarin sudah tidak bisa mendapat air dari Bebeng. Kita sudah rapat untuk penanganannya, semoga bisa teratasi cepat," jelasnya.