Evaluasi PTM Penuh Klaten, Kedisiplinan Pakai Masker Perlu Ditingkatkan
Pendidikan

Evaluasi PTM Penuh Klaten, Kedisiplinan Pakai Masker Perlu Ditingkatkan

Klaten,(klaten.sorot.co)--Pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh di Kabupaten Klaten sudah berjalan empat hari sejak diterapkan, Senin (03/01/2022) lalu. Meski berjalan lancar, namun masih ada beberapa catatan yang harus dibenahi salah satunya adalah kedisiplinan mengenakan masker.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya. Pihaknya mengatakan pelaksanaan PTM secara penuh selalu dipantau secara ketat dan dievaluasi. Dari hasil pemantauan, sejauh ini PTM penuh sudah berjalan lancar dan sebagian besar sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Hanya saja, lanjut Yoga, ada beberapa catatan yang harus dibenahi salah satunya adalah perlu ditingkatkannya kedisiplinan dalam memakai masker ketika di lingkungan sekolah atau di dalam kelas. Seluruh siswa sudah membawa masker, namun terkadang masih enggan dipakai dengan benar.

Sebenarnya protokol sudah jalan lancar, cuma ketika masuk kelas kadang ada siswa masker tidak dipakai padahal membawa masker. Nah ini yang perlu diperbaiki agar memakai masker menjadi kebiasaan, ujarnya, Kamis (06/01/2022).

Hasil dari evaluasi itu disampaikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan diharapkan kedepannya guru ikut mengawasi. Yoga menjelaskan penerapan protokol kesehatan selama PTM secara penuh harus dilakukan semua pihak mulai dari guru, karyawan, siswa dan orang tua. 

Jangan sampai ada klaster di pendidikan. Jadi untuk antisipasi pasca liburan Natal dan tahun baru ditambah PTM 100 persen, prokes harus ditaati dengan baik, kata dia.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Yunanto mengatakan meski PTM sudah digelar penuh namun tetap secara terbatas dan dipantau ketat. Protokol kesehatan di sekolah menjadi kunci utama dan wajib. Nantinya akan dilakukan monitoring dan tetap ada evaluasi secara berkala.

PTM mulai full untuk SD dan SMP. Waktu pembelajaran SMP 6 jam, sedangkan SD ya menyesuaikan. Dengan catatan setiap hari kita monitoring, kita kerjasama dengan Satgas. Apabila nanti ditemukan ada yang positif ya kita tutup, pungkasnya.