Diburu Polisi, Pelaku Cabul dan Pemukul Biduan Klaten Masih Kabur
Hukum & Kriminal

Diburu Polisi, Pelaku Cabul dan Pemukul Biduan Klaten Masih Kabur

Klaten,(klaten.sorot.co)--Satreskrim Polres Klaten menyelidiki kasus dugaan pelecehan dan penganiayaan yang dialami seorang biduan berinsial, RS (25) warga Kecamatan Ngawen saat manggung. Selain memburu pelaku, aparat kepolisian juga sudah memintai keterangan sebanyak lima saksi. 

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengatakan sudah menerima laporan dugaan pelecehan dan penganiayaan ini sejak Minggu kemarin. Namun korban atau RS baru bisa hadir, Senin (17/01/2022) untuk dimintai keterangan lantaran sebelumnya masih menjalani perawatan. 

Baru bisa hadir di kita hari ini, karena pada saat awal pelaporan kemarin baru menjalani perawatan. Ini masih kita mintai keterangan, ujarnya, Senin siang. 

Lebih lanjut disampaikan, sejauh ini jumlah saksi yang dimintai keterangan sebanyak lima orang terdiri dari korban, rekan biduan lainnya, dan pemain musik yang ikut tampil dalam acara itu. Saat itu RS sedang manggung di acara hajatan di rumah warga Desa Krajan, Kalikotes pada, Sabtu (08/01/2022).  

Saksi yang sudah kita periksa ada lima orang. Dari keterangan, memang saat itu pelaku mencoba memegang bagian sensitif korban. Tapi korban berusaha menepis, karena pelaku tidak terima lalu menampar wajah korban, imbuhnya. 

Pelaku yang diduga melakukan pelecehan dan penganiayaan terhadap RS adalah W alias B (42) warga Dukuh Toprayan, Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes. Pihaknya menjelaskan keberadaan pelaku masih belum diketahui. Resmob Polres Klaten masih melakukan pencarian sementara masih di wilayah Klaten. 

Resmob masih maping. Masih penyelidikan posisinya ada dimana. Untuk sementara masih kita sisir di Klaten. Status pelaku masih terlapor, tapi setelah pemeriksaan ini bisa kita tingkatkan jadi tersangka, kata dia. 

Seperti yang diketahui, tindakan yang dilakukan W itu terjadi pada, Sabtu (08/01/2022) saat RS sedang manggung di rumah warga Desa Krajan yang menggelar hajatan. Saat itu RS tampil bernyayi, disaat yang sama W berjoget didepan RS. Ditengah berjoget, tiba- tiba W memegang bagian sensitif RS. 

Tak terima dengan perlakuan itu, secara spotan RS langsung melampar botol air mineral. W yang diduga terpengaruh alkohol membalasnya dengan memukul RS mengenai mulut. Akibat pukulan itu, RS mengalami luka sobek di bagian mulut dan mendapat penanganan medis di rumah sakit.