Waduh, Giliran Rumah Warga Manisrenggo Kejatuhan Balon Udara
Peristiwa

Waduh, Giliran Rumah Warga Manisrenggo Kejatuhan Balon Udara

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebuah balon udara kembali jatuh dan menimpa rumah. Setelah sebelumnya jatuh di perumahan di Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, kali ini balon udara berbahan plastik menimpa sebuah rumah warga yang ada di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.

Jatuhnya balon udara itu terjadi pada, Senin (09/05/2022) sore. Balon udara itu sempat membuat geger warga sekitar karena jatuhnya tepat menimpa atap dapur rumah milik, Aspiyah di Dukuh Jatirejo. Balon udara itu memiliki panjang kurang lebih 5 meter dengan diameter 2 - 3 meter.

Salah satu warga sekitar, Wahyudi Martono mengatakan balon udara itu menimpa atap dapur rumah mertuanya. Awalnya diketahui oleh anak- anak yang sedang bermain di luar rumah. Tiba- tiba mereka kaget karena melihat balon udara yang terbang langsung mendarat diatap rumah.

"Jatuhnya di atas, di emperan pawon rumah ibu saya. Yang pertama melihat malah anak- anak yang di luar, karena posisi itu saya sedang di dalam rumah," ujarnya, Selasa (10/05/2022).

Lebih lanjut disampaikan, balon udara itu berbahan plastik dengan kerangka bambu. Pada bagian tengah terdapat kawat yang diduga dipakai untuk tempat menyalakan api supaya balon bisa terbang. Wahyudi mengaku kawat itu sempat dipegang dan ternyata kondisinya masih lumayan panas.  

Wahyudi mengungkapkan tidak ada korban atau dampak kerusakan akibat balon udara itu. Hanya saja dirinya khawatir keberadaannya bisa membahayakan warga dan juga penerbangan di udara. Balon udara itu sempat menjadi tontonan warga hingga akhirnya diamankan supaya tidak terulang lagi.

"Kawatnya masih panas, saya kira ini sangat bahaya kalau menimpa pohon atau bangunan, bisa terbakar. Akhirnya tadi saya singkirkan dulu balonnya," kata dia.

Sebelumnya, balon udara juga jatuh dan menimpa atap salah satu rumah di kawasan perumahan Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, Senin sore. Meski tak menimbulkan kerusakan, balon udara itu diamankan aparat polisi guna penyelidikan lebih lanjut karena dianggap membahayakan.

"Balon udara ini memiliki tinggi sekitar 3 meter dan diameter 1,5 meter. Untuk selanjutnya, balon udara diamanankan ke polsek. Di Juwiring baru kali ini. Selama ini memang tidak ada tradisi seperti ini ketika Lebaran, kemungkinan dari luar," kata Kapolsek Juwiring, AKP Sumardi.