Enam Ekor Sapi di Klaten Positif Penyakit Mulut dan Kuku
Peristiwa

Enam Ekor Sapi di Klaten Positif Penyakit Mulut dan Kuku

Jatinom,(klaten.sorot.co)--Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak telah ditemukan di Kabupaten Klaten. Berdasarkan laporan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Klaten, sampai saat ini sudah menemukan enam ekor sapi yang positif PMK dan 15 ekor suspek.

Hal itu disampaikan Kepala DKPP Klaten, Widiyanti. Pihaknya menjelaskan enam ekor sapi yang terkonfirmasi positif PMK itu milik warga Desa Tarubasan, Kecamatan Karangnaom dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang. Sebelumnya, DKPP Klaten mengirimkan delapan sempel untuk diperiksa.

"Memang ini sudah ada indikasi PMK. Dengan rincian enam positif dan 15 suspek. Kemarin kita ambil sampel 8 ekor sapi, hasilnya yang dua negatif dan enam positif," ujarnya, Minggu (15/05/2022).

Pihaknya menjelaskan enam ekor sapi yang positif PMK itu tidak ada yang sampai mati. Keseluruhan saat ini kondisinya mulai membaik, sedang proses penyembuhan, dan sudah mulai mau makan. Keenam ekor sapi itu juga sudah dalam pengawasan dan pengobatan oleh petugas DKPP Klaten.  

"Alhamdulilah saat ini kondisi ternaknya sudah bagus, sudah mau makan dengan baik, dan Alhamdulillah proses penyembuhan. Tidak ada (yang mati)," imbuhnya.

Tindak lanjut dari temuan kasus PMK ini, pihaknya mengaku sudah mendatangi pemilik ternak. Kebetulan sapi- sapi yang terkonfirmasi PMK itu berada dalam satu kandang, sehingga sudah terpisahkan dengan sapi yang lainnya. Para peternak diminta untuk selalu menjaga kebersihan kandang.

"Sudah kita minta untuk dipisahkan, dan kebetulan sapi yang kena (PMK) itu berada di dalam satu kandang. Jadi sudah terpisah dengan sapi lainnya. Masyarakat tidak perlu khawatir, kalau ada ternak yang sakit silahkan langsung lapor," pungkasnya.

Sementara itu Wakapolres Klaten, Kompol Sumiarta mengungkapkan antisipasi penularan PMK pada ternak sudah dilakukan. Antara lain melakukan pemeriksaan di pasar hewan, penyemprotan disinfektan di pasar, dan pemberian vitamin maupun antiniotik ke hewan- hewan ternak.

"Kita lakukan screening di pasar bersama dinas. Dan Alhamdulilah kondisinya siap diperjual belikan. Kegiatan pengawasan akan kita lakukan rutin," kata Sumiarta.