Terindikasi Sakit, 15 Ekor Sapi di Pasar Hewan Klaten Disuruh Pulang
Peristiwa

Terindikasi Sakit, 15 Ekor Sapi di Pasar Hewan Klaten Disuruh Pulang

Jatinom,(klaten.sorot.co)-- Petugas gabungan dari Polres Klaten bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Klaten menggelar pengawasan di sejumlah pasar hewan pada, Minggu (15/05/2022). Hasilnya, ada 15 ekor sapi di pasar hewan Kecamatan Jatinom yang diminta pulang karena terindikasi sakit.

Pengawasan diawali dengan pengecekan di pintu masuk pasar. Sapi yang hendak dibawa masuk ke pasar harus melalui pemeriksaan medis. Tak hanya itu, petugas juga melakukan screening pada sapi- sapi yang berasal dari luar daerah supaya tidak masuk ke pasar Klaten ditengah adanya kasus PMK.

Kabid Peternakan DKPP Klaten, Triyanto mengungkapkan pengecekan hari ini tersebar di beberapa pasar, salah satunya di pasar hewan Kecamatan Jatinom. Total ada sekitar 128 kendaraan pengangkut sekitar 455 ekor sapi yang diperiksa oleh petugas gabungan bersama aparat kepolisian Polres Klaten.

"Tadi kita cukup lama di pasar hewan Jatinom. Hasilnya ada enam kendaraan pengangkut 15 ekor sapi yang diminta pulang, karena hasil pengecekannya sapinya kurang sehat," ujar dia.

Pihaknya menjelaskan belasan ekor sapi yang akan dijual namun diminta pulang itu terindikasi sakit. Selain itu ada juga ternak yang datang dari luar daerah. Dari hasil pemeriksaan medis, belasan ekor sapi itu gejalanya berbeda- beda, mulai dari suhu tinggi, mengalami luka pada kaki, dan lidahnya kurang normal.  

"Suhunya tinggi, pada kaki bagian bawah dekat kuku ada lecet, dan lidahnya juga. Sebagai antisipasi saja, kita minta pulang dulu. Ya meski belum tentu PMK, tapi tetap harus antisipasi," jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Jatinom, Iptu Nahrowi mengungkapkan pengecekan hewan ternak di pasar akan rutin dilaksanakan ditengah adanya wabah PMK. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir atau panik, namun tetap harus meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan, serta menjaga kebersihan.

"Tidak perlu khawatir, semua akan tertangani baik oleh pemerintah. Untuk saat ini kita gencarkan dulu pengecekan di pasar karena Jatinom cukup banyak peternak sapi," pungkasnya.