Jadi Perhatian, 10 Anak dengan HIV-AIDS di Klaten Terima Bantuan Nutrisi
Sosial

Jadi Perhatian, 10 Anak dengan HIV-AIDS di Klaten Terima Bantuan Nutrisi

Klaten,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 10 anak dengan HIV-AIDS (ADHA) di Klaten mendapat bantuan nutrisi senilai Rp 1 juta per orang. Bantuan diberikan guna memastikan anak-anak yang terkena virus tersebut tetap tercukupi nutrisinya sebagai salah satu upaya menjaga daya tahan tubuh.

Pemberian bantuan merupakan hasil kerjasama antara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten. Bantuan itu diserahkan pada Selasa (21/06/2022) dalam bentuk nutrisi dan uang tunai. Masing- masing anak menerima senilai Rp 1 juta.

Kita berikan satu tahun, satu anak mendapat Rp 1 juta. Rp 300 ribu kita belanjakan nutrisi, dan yang Rp 700 ribu kita berikan uang tunai supaya nanti dibelikan lagi seperti yang sudah kita belanjakan,” ujar Sekretaris KPA Klaten, Ronny Roekmito.

Pihaknya menjelaskan adapun nutrisi yang dibelanjakan meliputi susu, sereal, vitamin, beras, madu dan lainnya. KPA meminta uang bantuan itu dimanfaatkan untuk mencukupi nutrisi para Anak Dengan HIV-AIDS (ADHA). Sebab selain pemberian obat, ketercukupan nutrisi para ADHA juga menjadi prioritas utama. 

Saya sudah pesan, karena nutrisi untuk mereka ini menjadi prioritas. Jangan sampai anak-anak ini kekurangan gizi karena itu akan membuat sistem daya tahan tubuh berkurang,” imbuhnya.

Ronny mengaku jumlah anak dengan HIV-AIDS di Klaten diperkirakan mencapai 53 anak. Dari jumlah itu, yang terdeteksi nama dan alamatnya sekitar 23 anak. Melihat cukup banyaknya jumlah tersebut, rencananya Baznas juga akan memberikan bantuan serupa kepada seluruh ADHA di Klaten.

Rata-rata mereka kondisinya bagus. Karena dari riwayat orang tuanya positif lalu lakukan cek (pada anak) juga positif, kemudian langsung diberikan obat. Ini kita coba motivasi lagi agar mereka terus minum obat. Obatnya gratis,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan mereka rata-rata tertular HIV-AIDS dari orang tua. Sebagian ada yang masih diasuh kedua orang tua, tapi ada juga yang berstatus anak yatim maupun yatim-piatu. Selain menjaga kondisi kesehatan, tantangan yang perlu dihadapi adalah persoalan sosial masyarakat.

Kita sangat berharap kesadaran masyarakat harus baik terkait HIV-AIDS. Karena penyebaran virus itu bukan dari salaman atau bersentuhan. Nah ini yang sedang kita bangun, edukasi ke masyarakat,” pungkasnya.