Nenek Ditemukan Meninggal di Halaman Kantor, Bawa Uang Rp10 Juta
Peristiwa

Nenek Ditemukan Meninggal di Halaman Kantor, Bawa Uang Rp10 Juta

Klaten,(klaten.sorot.co)--Seorang nenek penjual mainan tergeletak meninggal dunia di depan Kantor PC Bhayangkari tepatnya Jalan Pramuka, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah pada, Kamis (23/06/2022) pagi. Saat ditemukan, nenek itu membawa tas yang ternyata berisi uang Rp 10 juta. 

Informasi yang dihimpun, nenek tersebut kali pertama ditemukan tergeletak di halaman kantor sekitar pukul 05.30 WIB oleh warga yang sedang melintas di jalan. Curiga dengan kondisi nenek itu, warga kemudian melapor ke Mapolsek Klaten Kota yang kebetulan jaraknya tak begitu jauh dari lokasi. 

Tak lama kemudian polisi bersama petugas medis dari puskesmas tiba di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, nenek itu sudah meninggal dunia. Diketahui nenek itu adalah Siti Rochimah (72) warga Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah yang biasa mangkal jualan mainan kitiran di tepi Jalan Pramuka. 

Iya betul (ada yang meninggal dunia). Tapi dari pemeriksaan puskesmas dan Inafis Polres Klaten tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban,” ujar Kapolsek Klaten Kota, AKP Noach Hendrik Daud Dwaa, Kamis siang. 

Pihaknya menjelaskan nenek itu meninggal dunia karena sakit ambiyen. Sebab tiga hari sebelum meninggal dunia, nenek itu juga sempat ditolong oleh anggota Polsek Klaten Kota diantar pulang ke rumahnya karena terlihat sakit saat sedang duduk di depan kantor PC Bhayangkari.  

Kita sudah koordinasi dengan RT karena nenek ini sendiri, keluarganya di Wonosono. Tapi pihak keluarga juga sudah tahu kejadian ini, kemudian sudah menerimanya dengan ikhlas. Rencananya korban akan dimakamkan di Wonosobo,” imbuh dia. 

Lebih lanjut disampaikan, polisi menemukan uang senilai Rp10 juta di dalam tas yang dibawa oleh nenek tersebut. Setelah dikonfirmasikan ke Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat, uang itu memang milik nenek tersebut. Uang itu kemudian diserahkan kepada keluarganya lewat tokoh masyarakat. 

Iya ada uang Rp10 juta, dan itu milik korban. Sebetulnya korban ini juga sudah didaftarkan umroh, akan berangkat. Uangnya sudah diserahkan ke tokoh warga,” pungkasnya.