Ungkap Sumber Dana Khilafatul Muslimin di Klaten, Polisi : Infaq Anggota
Hukum & Kriminal

Ungkap Sumber Dana Khilafatul Muslimin di Klaten, Polisi : Infaq Anggota

Klaten,(klaten.sorot.co)--Polres Klaten hingga kini masih mendalami aliran dana kelompok Khilafatul Muslimin Wilayah Jawa Tengah yang bermarkas di Dukuh Gading Sawahan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara. Sejauh ini, pendanaan kelompok itu masih sebatas dari iuran dan infaq anggota. 

Kaur Bins Ops Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujianto mengatakan pemeriksaan masih terus dilakukan terhadap kelompok tersebut. Sebelumnya, dua pimpinan kelompok itu yakni IM (26) menjabat pimpinan Jawa Tengah dan SY (62) pimpinan Klaten, berhasil ditangkap dan diamankan di Polres Klaten. 

Tersangkanya sementara ini masih dua. Ini masih kita dalami terkait peran masing- masing (untuk mengetahui ada tidaknya tersangka baru),” ujar dia, Kamis (23/06/2022). 

Lebih lanjut disampaikan, sejauh ini total sudah ada sekitar tujuh saksi dari berbagai pihak yang dimintai keterangan. Penyidik juga sudah menggandeng saksi ahli guna memperjelas penanganan kasus ini dan mengumpulkan alat- alat bukti. Saksi ahli itu antara lain adalah saksi agama dan bahasa.  

Saksi agama sudah, ini kita minta bantuan saksi bahasa. Kalau total ada tujuh saksi, dari pelapor, kelompok terlapor dan saksi ahli. Bisa juga manti (tambah tersangka),” urai dia. 

Disinggung mengenai sumber aliran dana kelompok yang berjumlah ratusan orang itu, Eko mengaku masih didalami. Namun ada beberapa yang terungkap yakni aliran dana masih sebatas internal kelompok. Artinya dana mengandalkan iuran, infaq maupun donatur dari sejumlah anggota kelompok tersebut. 

Kalau pendanaan sementara dari umat sendiri, bukan dari luar. Jadi anggota ini infaq wajib atau yang sukarela. Nominalnya berbeda-beda setiap orang dan uangnya dikumpulkan saat pertemuan,” imbuh dia. 

Eko mengungkapkan uang yang terkumpul itu dipakai untuk membeli kebutuhan kantor dan melakukan gerakan ke bawah dengan menyebar pamflet, brosur dan lainnya. Isi dari sebaran itu adalah ajakan diduga memuat berita bohong perihal ideologi khilafah yang menyebabkan keonaran di masyarakat 

Uangnya untuk kelengkapan dan termasuk membuat brosur, penyebaran pamflet. Kalau untuk pendidikan di Klaten belum ada, yang ada itu di Wonogiri tapi juga ada keterkaitan,” pungkasnya. 

Polres Klaten telah menangkap dua pimpinan Khilafatul Muslimin Jawa Tengah dan Klaten. Keduanya dijerat Pasal Pasal 14 ayat 1 dan atau Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 107 jo 53 KUHP ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup. 

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengaku sudah meminta pendapat ahli agama perihal tindakan yang mereka sebarkan. Isi dari brosur yang mereka bagikan itu tidak disampaikan secara utuh tentang khilafah sehingga menimbulkan keresahan masyarakat. 

Isi maklumat tak diberikan secara utuh, teoritis khusus maupun umum. Sehingga jika orang membaca isi dari brosur itu akan menggiring opini dan persepsi dari pembaca ke tujuan tertentu yaitu adalah pembentukan negara khilafah,” kata Guruh.