Ratusan Santri Ponpes Klaten Berlaga di Lomba Pekan Olahraga dan Seni
Pendidikan

Ratusan Santri Ponpes Klaten Berlaga di Lomba Pekan Olahraga dan Seni

Karanganom,(klaten.sorot.co)--Sebanyak 247 santri pondok pesantren di Kabupaten Klaten bertanding dalam lomba Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospeda) selama dua hari pada 1 dan 3 Agustus 2022. Dalam ajang itu, para santri bertanding di dua cabang yakni atletik dan kesenian.

Perlombaan diikuti 247 santri dari 15 pondok pesantren di Kabupaten Klaten. Pembukaan perlombaan dilakukan di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti Desa Troso, Kecamatan Karanganom. Cabang atletik digelar di Stadion Trikoyo sedangkan cabang pencak silat di GOR Gelarsena.

Untuk perlomba cabang seni, lanjut Retno, dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti pada, Rabu (03/08/2022). Cabang seni terdiri dari lomba pidato tiga bahasa yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Arab, kemudian lomba kaligrafi, lomba hadroh, serta lomba senam.

"Ada atletik dan seni. Untuk atletik, pencak silat sudah dilaksanakan kemarin dan hari ini. Di lokasi yang berbeda- beda. Yang seni digelar hari ini," ujar Ketua Panitia Pospeda Klaten, Retno Fithrotin, Rabu (03/08/2022).

Pihaknya menjelaskan para peserta lomba terdiri dari santri pondok pesantren yang berusia minimal 12 tahun dan maksimal 18 tahun. Mereka yang nantinya menjadi juara di tingkat kabupaten memiliki kesempatan untuk ikut serta bertanding dalam Pospeda tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

Retno berharap dengan adanya perlombaan ini bisa mencetak kader santri yang profesional serta menjalin kerukunan. Terbukti, dalam perlombaan kali ini sebagian besar anggarannya berasal dari gotong royong antar pondok pesantren ditambah dengan bantuan pihak- pihak swasta.

"Alhamdulillah kita bisa gotong royong dengan baik. Semua ikut membantua, kita kerjasama dengan bank syariah. Kemudian banyak ponpes yang ikut membantu," kata dia.

Sementara itu Bupati Klaten, Sri Mulyani mengungkapkan santri saat ini sudah memiliki potensi lengkap. Tak hanya belajar keagamaan dan sosial, namun mereka juga memiliki potensi menjadi santri berprestasi di bidang olahraga. Sehingga santri bisa menjadi generasi penerus bagi bangsa.

"Santri ini setara dengan lainnya. Jadi tidak hanya tentang keagamaan tapi juga punya potensi lainnya, termasuk prestasi ini," pungkasnya.